Ahli Waris Korban Banjir Aceh Tenggara Terima Santunan Rp 15 Juta

Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhri saat menyalurkan bantuan kepada pihak keluarga korban banjir. Rabu 14 Januari 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/AFW016]

Kutacane. RU – Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan santunan kematian kepada 12 ahli waris korban jiwa banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tenggara pada November 2025.

Santunan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Aceh Tenggara, H.M. Salim Fakhry, Selasa13 Januari 2026.

Setiap ahli waris menerima santunan sebesar Rp 15 juta per orang disertai paket sembako.

Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial bagi keluarga korban bencana.

“Sebanyak 12 ahli waris korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Aceh Tenggara telah menerima santunan dari Kemensos RI,” kata Salim Fakhry, seperti diberitakan rahasiaumum.com, Rabu (14/01/2025).

Menurut Salim, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan serta membantu pemenuhan kebutuhan dasar pascabencana.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, lanjut Salim, terus melakukan upaya pemulihan pascabencana, baik melalui perbaikan infrastruktur terdampak maupun penanganan tempat tinggal warga yang terdampak banjir.

“Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Aceh Tenggara, khususnya warga Desa Lawe Penanggalan, Kecamatan Ketambe,” ujarnya.

Adapun korban meninggal dunia dalam peristiwa banjir bandang tersebut berasal dari Desa Lawe Penanggalan, Kecamatan Ketambe, yakni Selamat Encu, Jaslina, Halimah, Ihsan Supy, Samin Ariga, Suparjo Rustam, Nasrudin, Hasnah, Ahmad Ahdar, Abidzar, Feri, dan Rahimin.

Salah seorang ahli waris, Bustami Arifin, keluarga almarhumah Halimah, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat dan daerah.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan meringankan beban keluarga, terlebih dalam proses pemulihan pascabanjir,” kata Bustami.(AFW016)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...