Pemkab Aceh Besar Pastikan Pasokan Pupuk Jelang Masa Tanam

Bupati Muharram Idris saat meninjau Gudang PIM, di Gampong Cot Mon Raya, Kecamatan Blang Bintang. Selasa 6 Januari 2026. [Foto Dok : MC Aceh Besar/rahasiaumum.com]

Aceh Besar. RU – Untuk memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi pascabencana banjir yang sempat mengganggu distribusi di sejumlah wilayah Aceh Besar, Bupati Muharram Idris tinjau Gudang Pupuk Indonesia (PIM) di Gampong Cot Mon Raya, Kecamatan Blang Bintang, Selasa (06/01/2026),

Muharram Iddris mengatakan, kelangkaan pupuk terjadi akibat terputusnya akses jalan pascabanjir, namun Pupuk Indonesia telah mengambil langkah strategis guna menjaga pasokan.

“Untuk Aceh terdapat jalur subsidi dengan lima distributor. Pada awal pasca banjir memang terjadi kelangkaan akibat akses terputus, namun Pupuk Indonesia telah mengambil langkah-langkah strategis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, distribusi pupuk kini dilakukan melalui jalur laut sebagai alternatif, sementara stok di gudang masih tersedia dan terus disalurkan ke kios resmi.

“Alhamdulillah stok masih ada dan sedang didistribusikan ke kios-kios. Kami meminta petani bersabar karena pasokan akan terus berdatangan,” katanya.

Bupati juga mengungkapkan, Pabrik Pupuk Iskandar Muda sempat terendam banjir dan menghentikan produksi sementara, namun kini telah kembali beroperasi.

“Produksi sudah mulai normal dan akses Blang Bintang telah dibuka, sehingga armada pengangkut kembali memasok kebutuhan Aceh Besar,” jelasnya.

Account Executive Penjualan Wilayah Aceh Pupuk Indonesia, Muhammad Ihsan, menyatakan stok pupuk di gudang Blang Bintang saat ini berkisar 1.000 hingga 1.300 ton.

“Stok terdiri dari sekitar 300 ton urea dan sisanya NPK untuk memenuhi kebutuhan Aceh Besar dan Aceh Jaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, distribusi jalur laut dilakukan melalui Pelabuhan Krueng Geukueh menuju Pelabuhan Malahayati karena jembatan Kuta Blang sempat terputus.

“Jembatan sudah dapat dilalui kembali dengan kapasitas terbatas sekitar 30 ton, sehingga distribusi dilakukan bertahap,” pungkas Ihsan.(*)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...