Pemko Bayar Ganti Rugi Lahan Jalan Lingkar Kota Lhokseumawe

Gantirugi
Pembayaran ganti rugi lahan untuk pembangunan jalan lingkar. [Foto: Pemko Lhokseumawe/Rahasiaumum.com]

Lhokseumawe. RU – Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe mulai membayarkan ganti rugi pembebasan tanah untuk pembangunan Jalan Lingkar kepada 35 warga pemilik tanah dan ahli waris di Gampong Hagu Barat, Kecamatan Banda Sakti, Selasa (13/10/2026).

Pembayaran tersebut dilakukan setelah dilakukan penilaian harga tanah secara independen oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) MBPRU Medan Cabang Banda Aceh.

Sebelumnya, pembayaran ganti rugi lahan itu juga telah dilaksanakan terhadap pemilik 10 persil tanah di Gampong Hagu Teungoh pada Rabu, 7 Oktober 2026 lalu.

Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Kota Lhokseumawe, Mirdha Ihsan, menjelaskan bahwa besaran ganti rugi ditentukan berdasarkan sejumlah komponen penilaian.

“Pembayaran ganti rugi ini didasarkan pada beberapa faktor penilaian, antara lain nilai fisik tanah, bangunan, tanaman atau tumbuh-tumbuhan, serta nilai nonfisik lainnya sehingga menghasilkan nilai ganti yang wajar,” katanya.

Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, A Haris, menegaskan bahwa kelancaran pembebasan lahan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung percepatan pembangunan Jalan Lingkar.

Menurutnya, seluruh tahapan pengadaan tanah harus dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan agar proses pembangunan tidak terkendala.

“Proses ini diharapkan berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga tidak menghambat tahapan pembangunan Jalan Lingkar Kota Lhokseumawe,” kata Haris.

Ia menambahkan, pembangunan jalan tersebut diharapkan dapat meningkatkan konektivitas, memperlancar arus transportasi, serta mendukung pengembangan wilayah Kota Lhokseumawe ke depannya.(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...