Ketua IPMAT Banda Aceh Soroti Dugaan Intimidasi terhadap Rekannya

Ketua IPMAT Banda Aceh, Sabaruddin. Minggu 4 Januari 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/AFW016]
  • Usai Kritik Pemerintah Daerah

Kutacane. RU – Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh Tenggara (IPMAT) Banda Aceh mengecam kedatangan sejumlah orang tak dikenal ke rumah salah satu anggotanya, menyusul kritik yang disampaikan organisasi tersebut terhadap Bupati Aceh Tenggara.

Ketua IPMAT Banda Aceh, Sabaruddin, menilai peristiwa tersebut mencederai etika demokrasi dan kebebasan menyampaikan pendapat.

Ia menegaskan, kritik yang disampaikan IPMAT merupakan bagian dari aspirasi mahasiswa yang sah dalam kehidupan demokratis.

“Kami mengecam tindakan tersebut karena bertentangan dengan etika demokrasi. Kritik merupakan bagian dari kontrol sosial yang dijamin dalam negara demokrasi,” ujar Sabaruddin kepada rahasiaumum.com, Minggu (04/01/2026).

Menurut Sabaruddin, orang tak dikenal (OTK) yang mendatangi rumah anggotanya itu mengaku telah mengantongi identitas Amas, bahkan hingga nomor induk kependudukan (NIK) kartu tanda penduduk (KTP).

OTK tersebut juga disebut menyampaikan pernyataan bernada ancaman.

“Mereka mengaku sudah mengetahui identitas lengkap Amas, termasuk NIK KTP, dan menyampaikan bahwa yang bersangkutan akan sulit mencari pekerjaan serta akan dipersoalkan secara hukum,” kata Sabaruddin.

Ia menambahkan, hingga kini IPMAT Banda Aceh belum mengetahui identitas tiga orang yang datang ke rumah anggotanya tersebut, termasuk maksud dan tujuan pasti kedatangan mereka.

“Kami tidak mengetahui siapa mereka dan apa tujuan kedatangannya,” ujarnya.

Meski demikian, IPMAT Banda Aceh menegaskan tidak akan menghentikan langkahnya dalam menyampaikan aspirasi.

Organisasi tersebut memastikan tetap mengawal tuntutan yang telah disampaikan dalam audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara pada 24 Desember lalu.

“IPMAT Banda Aceh akan tetap melanjutkan perjuangan dan menyampaikan aspirasi sebagaimana yang telah disampaikan dalam audiensi tersebut,” kata Sabaruddin.

IPMAT Banda Aceh juga mengimbau Bupati Aceh Tenggara agar menjaga kondusivitas dengan menertibkan para pendukung fanatiknya, sehingga dinamika politik di daerah dapat berjalan secara sehat dan tidak mencederai prinsip-prinsip demokrasi.(AFW016)

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...

Huntara Kementrian PU–PT WIKA, Hunian Asri Penyembuh Duka Penyitas

Kualasimpang. RU – Bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang, Hunian sementara (Huntara)...

Ketika MoU Helsinki Kembali Disuarakan di Tengah Revisi UUPA

Banda Aceh. RU – Suasana Anjong Mon Mata di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh,...