Banda Aceh. RU – Masyarakat Kembang Tanjong yang tergabung dalam Ikatan Warga Kembang Tanjong (IWKT) Banda Aceh menyatakan kesiapan melanjutkan pembangunan asrama putri di Gampong Tungkop, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, setelah sempat terhenti selama lima tahun.
Asrama yang berada di belakang Kampus UIN Ar-Raniry itu telah menghabiskan dana sekitar Rp 1,5 miliar, dengan progres berupa pondasi serta tiang bangunan yang dinilai kokoh dan siap dilanjutkan untuk pembangunan kamar mahasiswi.
Komitmen kelanjutan pembangunan mengemuka dalam rapat tokoh IWKT di Banda Aceh, Kamis (1/1/2026), yang dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan perempuan Kembang Tanjong.
Dukungan juga datang dari komunitas Wareh Kembang Tanjong Jabodetabek.
Perwakilannya, Fahmi Mada, mengatakan sebagian dana solidaritas banjir dialihkan untuk mendukung pembangunan asrama putri.
“Terhentinya pembangunan asrama ini juga kami anggap sebagai bagian dari bencana,” ujar Fahmi.
Dalam pertemuan tersebut, Wareh Kembang Tanjong Jakarta menyalurkan bantuan awal sebesar Rp 30 juta.
Dana diterima Ketua Yayasan Kemakmuran Mahasiswa Kembang Tanjong Banda Aceh, Muzakkar A Gani, bersama Bendahara Teuku Mustafa Usman.
Usai rapat, para tokoh meninjau langsung lokasi asrama putri untuk melihat kondisi bangunan yang telah ada.
Fahmi menambahkan, pihaknya akan memperluas jejaring dengan diaspora Kembang Tanjong di berbagai daerah dan luar negeri guna mendorong percepatan pembangunan.
Selain asrama putri, masyarakat Kembang Tanjong telah memiliki asrama mahasiswa putra yang berdiri sejak era 1970-an di Gampong Keuramat, Banda Aceh.(*)














