Banda Aceh. RU – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Fuadri, meminta Presiden Prabowo mengevaluasi jajaran PLN menyusul lambannya pemulihan listrik di Aceh pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah.
Ia menilai ketidakmampuan PLN memenuhi target normalisasi yang dijanjikan telah membawa dampak serius bagi masyarakat.
Fuadri mengatakan, sebelumnya Direktur Utama PLN menyampaikan bahwa pasokan listrik di Aceh akan kembali normal pada pekan lalu.
“Namun hingga pekan ini, pihak PLN kembali mengumumkan penundaan dan menyampaikan permohonan maaf kepada publik,” kata Fuadri, dikutip Jumat (12/12/2025).
Ia menegaskan, lumpuhnya pasokan listrik telah mengacaukan hampir seluruh aktivitas ekonomi di Aceh.
Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), aktivitas rumah tangga, hingga proses pembersihan rumah warga yang tertimbun lumpur pascabencana ikut terhenti.
“Hampir seluruh ekonomi di Aceh lumpuh total. UMKM terganggu, aktivitas masyarakat terhambat, dan di daerah bencana warga tidak bisa membersihkan rumah mereka karena tidak ada listrik,” ujarnya.
Fuadri menyebut situasi ini semakin memperihatinkan karena sebelumnya Menteri ESDM telah melaporkan kepada Presiden bahwa listrik di Aceh akan hidup 100 persen pada minggu lalu.
Namun kenyataannya, janji tersebut tidak terealisasi.
“Ini kegagalan fatal. Kita berharap presiden melakukan evaluasi terhadap para pembantunya, terutama jajaran PLN yang sampai hari ini tidak mampu melaksanakan tugas dengan baik,” kata Fuadri.
Menurutnya, keterlambatan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut kebutuhan dasar publik.(TH05)














