Miris, Bantuan Polda Riau untuk Korban Banjir Dikuasai Pemerintah

Bantuan Polda Riau untuk masyarakat korban bencana banjir Aceh Tamiang tidak disampaikan ke masyarakat oleh Pemkab Aceh Tamiang. Senin 8 Desember 2025. [Foto Dok : rahasiaumum.com/S011]

Kualasimpang. RU – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dianggap telah menyalahgunakan bantuan untuk masyarakat korban banjir bandang tahun 2025.

Pasalnya, bantuan kereta Sorong dari Polda Riau untuk mengangkut lumpur yang mengendap didalam rumah masyarakat malah dikuasai pemerintah untuk kepentingan perkantoran Pemkab.

Saat masyarakat ingin meminta bantuan berbentuk kereta Sorong, cangkul dan skop yang bertuliskan ‘BANTUAN POLDA RIAU UNTUK MASYARAKAT’ tersebut ditolak oleh Kaban Kesbangpol, Aguliyana Devita.

“Tidak ada-tidak ada, bantuan ini untuk membersihkan kantor-kantor” cetus Devi diantara kerumunan masyarakat.

Masyarakat protes terhadap kebijakan pemerintah Aceh Tamiang yang memanfaatkan bantuan untuk masyarakat.

Sebab, selama 12 hari lalu bencana banjir menimpah masyarakat, belum ada bantuan sembako dari pemkab setempat, ujar sejumlah warga pengungsi di kantor DPRK Aceh Tamiang.

“Segenggam beraspun belum ada kami terima bantuan Pemkab Aceh Tamiang, selama ini kami diberi bantuan oleh lembaga-lembaga non-pemerintah dari luar daerah,” ujar H.

Disebutkan H, pengambil alihan bantuan dari Polda Riau untuk kepentingan masyarakat oleh pemkab Aceh Tamiang tersebut justru malah menunjukkan ketidakmampuan pemerintah daerah dalam mencari solusi untuk diri sendiri.

Dampak dari kebijakan pemkab Aceh Tamiang yang dianggap egois dan tidak berpihak ke masyarakat itu menyebabkan masyarakat korban banjir yang rumahnya terendam endapan lumpur maupun yang kehilangan tempat tinggal harus lebih lama lagi hidup ditenda-tenda pengungsian.

“Sudah tidak mampu berbuat untuk kita, malah bantuan kita yang diserobot. Ini jelas-jelas arogan, pemerintah menyakiti hati rakyat,” ujar H yang ingin segera kembali kerumahnya, namun hasratnya terkendala oleh endapan lumpur diseluruh ruangan rumah.(S011)

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...

Huntara Kementrian PU–PT WIKA, Hunian Asri Penyembuh Duka Penyitas

Kualasimpang. RU – Bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang, Hunian sementara (Huntara)...

Ketika MoU Helsinki Kembali Disuarakan di Tengah Revisi UUPA

Banda Aceh. RU – Suasana Anjong Mon Mata di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh,...