MoU Bank Aceh–Kementerian Haji Perkuat Pelayanan Syariah bagi Jemaah

Penandatanganan PKS antara Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dan Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh, Muhammad Hendra Supardi. Senin 24 November 2025. [Foto Dok : Humas BAS/rahasiaumum.com]

Jakarta. RU – PT Bank Aceh Syariah (BAS) memperkuat dukungan terhadap ekosistem ibadah haji dan umrah dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.

Penandatanganan berlangsung Kamis, 20 November 2025, di Jakarta, menandai langkah penting Bank Aceh dalam peningkatan kualitas layanan perbankan syariah bagi calon jemaah.

MoU tersebut mengukuhkan Bank Aceh sebagai Bank Penerima Setoran (BPS) Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang terintegrasi penuh dengan sistem nasional.

Dokumen itu ditandatangani Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dan Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh, Muhammad Hendra Supardi.

Informasi yang diterima rahasiaumum.com, Senin, (24/11/2025), kerja sama ini berfokus pada penyediaan produk serta layanan perbankan syariah untuk penyelenggaraan haji.

“Melalui PKS ini, Bank Aceh kini memiliki peran yang lebih strategis dalam memfasilitasi perjalanan spiritual nasabah. Kami akan memastikan seluruh proses, mulai dari pendaftaran, setoran awal, hingga pelunasan Bipih berjalan lancar, transparan, dan sesuai prinsip syariah,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa perjanjian tersebut mengatur berbagai aspek operasional, termasuk pembukaan rekening melalui Tabungan Sahara iB, integrasi data pendaftaran, pembatalan, dan pelunasan BPIH.

Integrasi sistem dengan kementerian dinilai mempercepat administrasi dan meminimalkan kesalahan.

Bank Aceh juga berkomitmen mendukung aspek non-finansial, seperti penyediaan perlengkapan souvenir haji reguler.

Bank Aceh memastikan layanan BPS Bipih dapat diakses melalui jaringan kantor di Aceh, Medan, dan Jakarta, sehingga memudahkan masyarakat dari berbagai wilayah.

Pada 2025, masa tunggu jemaah dari seluruh provinsi menjadi seragam, yakni 26 tahun, lebih singkat dibanding periode sebelumnya yang mencapai hingga 47 tahun.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menilai kerja sama ini memperkuat ekosistem ekonomi haji.

“Dengan menggandeng Bank Aceh Syariah, kami percaya bahwa pengelolaan dana Bipih akan semakin profesional. Sinergi ini tidak hanya memperlancar proses ibadah, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan sektor keuangan syariah nasional,” katanya.

Sinergi antara Kementerian Haji dan Umrah serta Bank Aceh Syariah diharapkan membawa layanan haji dan umrah ke standar lebih tinggi sesuai visi pemerintah.(rel)

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...