Ketua DPRK Aceh Tamiang Dukung Usulan Kebutuhan Damkar

Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon dan Komisi II mendengarkan penyampaian Plt Kadis Damkar dan Penyelamatan, terkait kebutuhan instansi. (foto insert) Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Aceh Tamiang M. Ilham Malik. Selasa 19 Mei 2026. [Dok. rahasiaumum.com/S011]

Kualasimpang. RU – Dukungan terhadap penguatan layanan penyelamatan masyarakat terus diberikan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Aceh Tamiang.

Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon bersama Komisi II menyatakan komitmennya mendukung usulan anggaran guna memenuhi berbagai kebutuhan dinas tersebut.

Dukungan itu disampaikan dalam rapat pembahasan LKPJ Tahun 2025 yang dihadiri Ketua Komisi II Sarhadi beserta anggota DPRK lainnya, Selasa (19/05/2026).

Dalam rapat tersebut, Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Aceh Tamiang M. Ilham Malik memaparkan berbagai keterbatasan yang masih dihadapi, mulai dari armada, alat pendukung operasional, hingga kekurangan personel.

“Damkar kita memiliki delapan pos, masing-masing sedikitnya memiliki empat personel petugas. Untuk itu kami mengusulkan pakaian Alat Pelindung Diri (APD/Bunker Gear) yang merupakan unit pakaian tahan api. Untuk baju tahan api ini kami sangat-sangat kekurangan,” ujar Ilham.

Selain APD, pihaknya juga membutuhkan anggaran perbaikan armada pemadam kebakaran yang sebagian mengalami kerusakan, termasuk mesin pompa air atau Power Take-Off (PTO).

“Bukan hanya perbaikan mesin mobil damkar, tetapi perbaikan mesin pompa air serta alat-alat terkait juga banyak yang rusak dan butuh perbaikan,” katanya.

Ilham menambahkan, Damkar Aceh Tamiang saat ini masih membutuhkan empat unit mobil pemadam tambahan.

Salah satu armada yang digunakan di Kecamatan Bandar Pusaka bahkan masih berstatus pinjaman.

“Di Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, unit mobil damkar yang disana masih berstatus pinjam dari Wakil Panglima TNI, dan yang namanya pinjam harus segera dikembalikan. Karena TNI juga membutuhkannya,” ujarnya.

Keterbatasan lainnya yakni belum tersedianya ambulans pendamping untuk evakuasi korban kebakaran ke rumah sakit.

“Ketiadaan ambulans pada kami jangan dianggap sepele. Dalam setiap terjadinya musibah kebakaran, sangat rentan dengan korban yang harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis,” kata Ilham.

Dari sisi keselamatan personel, Dinas Damkar Aceh Tamiang juga belum memiliki tabung oksigen Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA).

Selama ini, kebutuhan tersebut dipinjam dari pihak Pertamina Rantau guna mendukung tugas pemadaman.

“Dalam pekerjaannya, personel kami bergelut dengan kobaran api yang sangat besar. Tidak jarang mereka kehabisan oksigen di dalam asap dan api. Sementara ini kami tidak memiliki tabung oksigen SCBA,” ungkapnya.

Kondisi kekurangan personel turut menjadi perhatian.

Saat ini, dinas tersebut hanya memiliki 18 petugas, termasuk lima personel lapangan dengan status pegawai paruh waktu.

“Kami sangat kekurangan personel. Tidak jarang setiap regu harus melakukan pergantian sift kerja setelah tiga hari berturut-turut,” ujar Ilham.

Ia juga meminta perhatian pemerintah daerah agar memberikan tambahan insentif bagi para petugas pemadam kebakaran yang berstatus PPPK.

Menanggapi hal itu, Fadlon menegaskan DPRK mendukung penuh penguatan kebutuhan Damkar dan Penyelamatan Aceh Tamiang.

Menurut dia, sektor tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan jiwa dan harta masyarakat.

“Pada dasarnya DPRK sangat mendukung untuk kepentingan Dinas Damkar. Mengingat kebutuhannya merupakan untuk menyelamatkan banyak jiwa dan harta masyarakat Aceh Tamiang,” kata Fadlon.

Ia meminta pihak dinas segera mengusulkan seluruh kebutuhan kepada pemerintah daerah melalui BAPPEDA Aceh Tamiang agar dapat dibahas lebih lanjut dalam perencanaan anggaran daerah.(S011)

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...