Utang Pemkab Aceh Selatan Rp184 Miliar, Kemampuan Bayar Hanya Rp20 Miliar

Mirwan
Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS. (Foto: Pikiranrakyat.com)

Tapaktuan. RU – Pemkab Aceh Selatan memastikan akan mulai membayar sebagian tunggakan keuangan daerah pada awal Desember 2025.

Namun, dari total utang yang menumpuk selama beberapa tahun terakhir, kemampuan bayar daerah saat ini baru mencapai hampir Rp 20 miliar, setelah dilakukan efisiensi anggaran dalam beberapa bulan terakhir.

Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, mengatakan pembayaran utang ini menjadi awal untuk menata ulang tata kelola keuangan yang selama ini tersendat oleh persoalan administrasi serta beban kewajiban yang terus menumpuk.

“Insya Allah mulai bulan depan kemampuan kita hampir 20 miliar untuk membayar tunggakan. Itu hasil efisiensi dari berbagai sektor, termasuk penghematan belanja ATK dan kegiatan dinas yang tidak mendesak,” kata Mirwan, dikutip Sabtu (15/11/2025).

Ia menegaskan efisiensi belanja telah diterapkan secara ketat beberapa bulan terakhir. Pemangkasan pengeluaran rutin, penundaan kegiatan dinas, hingga perampingan belanja operasional dilakukan untuk menyelamatkan kondisi keuangan daerah.

“Semua pembayaran akan dilakukan berdasarkan data yang sudah diverifikasi. Kita tidak ingin ada kesalahan atau ketidaktepatan dalam proses ini,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, beban utang Pemkab Aceh Selatan meningkat 50 persen pada 2024.

Defisit riil keuangan pemerintah daerah pada tahun yang sama mencapai Rp 267,36 miliar.

Laporan hasil pemeriksaan nomor 24.A/LHP/XVIII.BAC/06/2025 tertanggal 19 Juni 2025 menunjukkan Aceh Selatan menyajikan saldo utang sebesar Rp 184,2 miliar pada neraca 31 Desember 2024.

Utang tersebut terdiri dari belanja pegawai: Rp 9,04 miliar, belanja barang dan jasa: Rp 71,9 miliar, belanja hibah: Rp 22,6 miliar, belanja bantuan sosial: Rp 1,6 miliar, belanja modal: Rp 72,4 miliar, belanja tak terduga: Rp2,4 miliar dan belanja bagi hasil: Rp 3,9 miliar. 

Saldo utang itu meningkat Rp 61,7 miliar atau 50,36 persen dibanding tahun sebelumnya.(TH05)

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...