Hari Pahlawan Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Kebudayaan Tamiang

Kabid Kebudayaan pada Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang, Mustafa Kamal saat menjadi Pembina Upacara di SMPN 8 Karang Baru. Rabu 12 November 2025. [Foto Dok : rahasiaumum.com/S011]

Kualasimpang. RU – Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang, Mustafa Kamal, mengajak pelajar menjaga serta melestarikan warisan budaya daerah.

Hal itu disampaikan saat menjadi pembina upacara peringatan Hari Pahlawan di SMP Negeri 8 Karang Baru, Rabu (12/11/2025).

“Pada kesempatan itu, saya pesankan kepada seluruh siswa untuk menjaga dan melestarikan budaya kita serta memperkenalkannya, baik yang berbentuk fisik maupun takbenda,” ujar Mustafa.

Ia mengisahkan suasana sekolah yang tertata bersih dan hijau, serta memuji kepemimpinan Kepala Sekolah Silvi Widya Kesuma yang dinilainya berhasil meningkatkan jumlah peserta didik.

Dalam amanatnya, Mustafa membuka dengan bahasa Melayu Tamiang sebagai upaya pelestarian bahasa daerah.

Ia menekankan pentingnya kebanggaan terhadap bahasa ibu sebagai identitas budaya yang harus dijaga.

Mustafa juga menyinggung makna peringatan 10 November sebagai momentum bersejarah perjuangan rakyat Indonesia, termasuk di Aceh Tamiang.

“Kemerdekaan tidak diraih dengan mudah, termasuk di Tamiang. Di sini juga terjadi perlawanan rakyat terhadap penjajah,” ucapnya.

Ia mencontohkan sejumlah situs sejarah seperti makam pejuang di Kampung Pahlawan, Tugu Opak di Simpang Tiga Upah, Bukit Kerang, Gedung Nasional, serta 49 objek diduga cagar budaya yang harus dilestarikan.

“Tugas kita hari ini adalah mengisi kemerdekaan dengan prestasi, membangun negeri, dan menjaga apa yang telah menjadi kebanggaan Kabupaten Aceh Tamiang,” tambahnya.

Upacara di SMPN 8 Karang Baru berlangsung khidmat dan penuh makna.

Mustafa menyebut momentum Hari Pahlawan tidak hanya mengenang jasa pejuang, tetapi juga menguatkan semangat kebudayaan serta kecintaan terhadap daerah Tamiang.(S011)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...