Pemko Banda Aceh Targetkan 30 Persen Akses Sanitasi Aman pada 2029

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal saat membuka Rakor Advokasi Sanitasi Aman Klaster 1, yang diikuti peserta dari Banda Aceh, Sabang, Langsa, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang, di aula Balai Kota. Selasa 4 November 2025. [Foto Dok : Humas Banda Aceh/rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Pemerintah Kota Banda Aceh terus mempercepat pencapaian target sanitasi aman 19 persen pada 2025.

Upaya ini didukung oleh Perumdam Tirta Daroy yang berperan sebagai operator layanan penyedotan lumpur tinja terjadwal (scheduled desludging service).

Sejak 14 Juli 2025, perusahaan daerah tersebut telah melayani 1.680 rumah tangga, menandai langkah nyata Banda Aceh dalam mewujudkan sistem sanitasi aman.

Sebelumnya, kota ini telah mencapai 100 persen kepemilikan jamban sehat permanen (JSP) dan 0 persen praktik buang air besar sembarangan (BABS).

“Artinya, Banda Aceh telah berstatus sebagai kota bebas BABS,” ujar Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal saat membuka Rakor Advokasi Sanitasi Aman Klaster 1, yang diikuti peserta dari Banda Aceh, Sabang, Langsa, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang di aula Balai Kota, Selasa (04/11/2025).

Illiza menegaskan, sanitasi aman bukan sekadar urusan infrastruktur, melainkan bagian dari upaya menjaga kesehatan publik, melindungi lingkungan, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-6 tentang air bersih dan sanitasi layak.

Dalam RPJM Kota Banda Aceh 2025–2029, pengelolaan sanitasi ditempatkan dalam pilar Pembangunan Berkelanjutan dan Ketahanan Lingkungan dengan empat strategi utama, antara lain peningkatan akses sanitasi dan air bersih, pembangunan berbasis kesehatan masyarakat, kolaborasi lintas sektor, serta penguatan konsep kota religius dan tangguh.

“Tahun ini kami memulai sejumlah langkah konkret, seperti revitalisasi septic tank aman di 10 gampong bersama USAID IUWASH, pembangunan wetland buatan di Gampong Deah Raya, dan gerakan ‘Sanitasi Aman dari Rumah’ bersama kader PKK dan tenaga sanitarian,” kata Illiza.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk melindungi kesehatan warga dan kelestarian lingkungan.

“Dengan kolaborasi kuat antara pemerintah daerah, Pokja PKP, mitra, dan masyarakat, saya yakin target sanitasi aman 30 persen pada 2029 bisa kita capai bersama,” ujarnya.

Illiza menutup sambutannya dengan ajakan agar seluruh peserta memperkuat komitmen bersama.

“Semoga kegiatan ini menjadi langkah penting menuju Aceh yang lebih sehat, tangguh, dan bermartabat,” tutupnya.(TA019)

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...