Ketika Empati Jadi Obat Hati yang Menyembuhkan

Avatar photo

“Bagi kami, setiap pasien bukan sekadar angka dalam data atau kasus medis di ruang perawatan. Mereka datang membawa cerita, harapan, dan doa agar bisa kembali memeluk keluarga dalam keadaan sehat. Karena itu, tugas kami bukan hanya menyembuhkan penyakit, tapi juga menjaga semangat hidup mereka. Di RSUD Muda Sedia, kami belajar bahwa empati seringkali lebih mujarab daripada obat. Dan di situlah kami menemukan makna sejati dari profesi ini [pengabdian untuk kemanusiaan]”.

Dr. Andika Putra, SpPD-FINASIM., M.Hkes

SENYUM LEPAS MENGHIASI wajah dr. Yuli Astuti Saripawan, M.Kes, saat melangkah keluar dari ruang pelayanan RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang.

Ia tahu, kedatangannya sebagai Direktur Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI tak sia-sia. Ada sesuatu yang hidup di rumah sakit itu [sesuatu yang lebih besar dari sekadar sistem; ketulusan].

Di bawah kepemimpinan dr. Andika Putra, SpPD-FINASIM, M.Hkes, rumah sakit plat merah milik Pemerintah Aceh Tamiang itu terus berbenah. Ia bukan hanya tempat orang mencari obat, tapi tempat orang menemukan kembali harapan.

“Dokter bukan sekadar mendiagnosis penyakit, tapi harus menyalakan semangat pasien untuk sembuh,” ujar dr. Andika dengan nada tenang.

Kunjungan tim Kemenkes pada 9 Oktober 2025 itu dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat.

Namun di balik proses evaluasi, Yuli menemukan sesuatu yang lebih berharga: semangat kebersamaan antara tenaga medis dan pemerintah daerah.

Semua hadir; dari Sekda, Inspektorat, hingga Dinas Kesehatan. Sebuah wujud nyata bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama.

Dr. Andika tak menutup mata terhadap kekurangan. “Kami tentu tidak sempurna. Tapi setiap kritik adalah ruang belajar bagi kami untuk menjadi lebih baik,” ucapnya jujur.

Baginya, pelayanan kesehatan bukan sekadar pekerjaan; melainkan ibadah sosial, tempat empati menjadi obat yang paling mujarab.

Hari itu, RSUD Muda Sedia bukan sekadar rumah sakit. Ia menjadi simbol pengabdian, tempat manusia menolong manusia dengan hati.Dan mungkin, di sanalah letak kesembuhan yang sejati [bukan hanya pada obat yang diminum, tapi pada kasih yang tulus diberikan]. [].

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...