Dokumen RPB Aceh Besar Butuh Penyesuaian Kondisi Terkini

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil SSos MSi. Selasa 16 September 2025. [Foto Dok: MC Aceh Besar/rahasiaumum.com].

Jantho. RU – Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil SSos MSi, menegaskan bahwa penyusunan ulang dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) sudah mendesak dilakukan.

Menurutnya, dokumen lama yang disusun lima tahun lalu dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi terkini.

Demikian disampaikannya pada lokakarya awal penyusunan dokumen RPB Kabupaten Aceh Besar Tahun 2025, yang berlangsung di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Selasa (16/09/2025).

“Dokumen terakhir sudah kadaluarsa. Karena itu, perlu disusun kembali agar sesuai dengan dinamika perubahan dan kondisi kebencanaan terbaru,” ungkapnya.

Ridwan Jamil menambahkan, RPB terbaru akan memuat analisis risiko yang lebih komprehensif, dengan memperhatikan data terbaru dari BMKG, BPS, serta lembaga terkait lainnya.

“Dokumen ini nantinya akan menjadi dasar kebijakan mitigasi hingga perencanaan pembangunan daerah,” sebutnya.

Ia menambahkan, kondisi geologis dan klimatologis Aceh Besar menjadikan wilayah ini rawan bencana. Perubahan iklim juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.

“RPB harus berbasis data ilmiah yang akurat, baik iklim, cuaca, maupun gempa bumi, agar mitigasi bisa tepat sasaran,” tegasnya.

Dengan dimulainya proses penyusunan RPB 2025, kata Ridwan Jamil, Pemkab Aceh Besar berharap langkah mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat semakin kuat.

Diharapkannya, dokumen ini menjadi pedoman utama dalam menghadapi potensi bencana sekaligus membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.

Aceh Besar yang memiliki garis pantai panjang, kawasan pegunungan, dan wilayah perkotaan yang berkembang pesat, menghadapi tantangan besar dalam penanggulangan bencana.

Ia juga berharap RPB 2025 ini mampu menjawab tantangan tersebut dengan pendekatan yang terpadu, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Lokakarya ini menjadi langkah awal penyusunan dokumen strategis tersebut. Selanjutnya, BPBD bersama para pemangku kepentingan akan melanjutkan tahapan pengumpulan data, analisis risiko, hingga penyusunan rencana aksi yang ditargetkan selesai dalam waktu dekat,” Ridwan Jamil menutup.(*)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...