Pengunjung Keluhkan Fasilitas Baca di Perpustakaan Daerah Aceh Tenggara

Avatar photo
Firmando Selian seorang pengunjung yang mengeluhkan fasilitas ruang baca di Perpustakaan Daerah Kabupaten Aceh Tenggara. Minggu 7 September 2025. [Foto Dok: Pribadi/rahasiaumum.com].

Kutacane. RU – Fasilitas di Perpustakaan Daerah Aceh Tenggara dikeluhkan pengunjung karena dianggap tidak mendukung kenyamanan membaca.

Sejumlah sarana, mulai dari pencahayaan, pendingin ruangan, hingga kerapian koleksi buku, dinilai masih jauh dari layak.

Firmando Selian, salah seorang pengunjung, mengatakan keberadaan perpustakaan seharusnya memberi ruang nyaman bagi masyarakat untuk belajar maupun bekerja.

Namun, kondisi saat ini justru menimbulkan ketidaknyamanan.

“Colokan listrik di meja tidak tersedia, padahal banyak pengunjung membawa laptop. Suasana ruangan juga panas karena kipas angin maupun pendingin udara tidak ada,” ujar Firmando, kepada rahasiaumum.com Senin (07/09/2025).

Ia menambahkan, pencahayaan di ruang baca kurang memadai.

Koleksi buku yang tersedia pun dinilai tidak tertata rapi.

“Setiap rak kurang cahaya, buku-bukunya pun berantakan,” katanya.

Selain masalah fasilitas, Firmando menyoroti perilaku sebagian petugas yang kerap menimbulkan kebisingan.

“Petugasnya kadang ngobrol keras, bahkan memutar musik. Ini jelas mengganggu suasana membaca,” ungkapnya.

Firmando mengaku pernah menyampaikan kritik melalui akun media sosial Perpustakaan tersebut dan juga kepada pejabat terkait.

“Dulu saya sudah sampaikan ke kepala dinas yang lama.

Sekarang kepala dinas baru pun belum ada perubahan. Bahkan ke duta baca juga sudah pernah saya sampaikan, hasilnya sama saja,” ujarnya.

Namun, menurut dia, perbaikan yang dijanjikan belum juga terwujud.

Ia menilai, pemerintah daerah seharusnya lebih serius memperhatikan fasilitas perpustakaan sebagai ruang publik yang mendukung peningkatan literasi masyarakat.

Ia juga menyarankan pemerintah daerah agar membuat program penunjang bagi peminat literasi.

“Kalau tidak disentil dulu, biasanya tidak ada gerakan,” cetus Firmando.

Agar kenyamanan ruangan baca tersebut memadai, ia juga menyinggung dinas terkait.

“Apa perlu pengunjung membuat donasi untuk pengadaan soket listrik di setiap meja, kipas angin serta lampu,” sambungnya.(AFW016)

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...

Huntara Kementrian PU–PT WIKA, Hunian Asri Penyembuh Duka Penyitas

Kualasimpang. RU – Bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang, Hunian sementara (Huntara)...

Ketika MoU Helsinki Kembali Disuarakan di Tengah Revisi UUPA

Banda Aceh. RU – Suasana Anjong Mon Mata di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh,...