Nyonya Lindawati Ismail Dukung Penuh Peran Perempuan dalam Seni, Budaya dan Ekraf

Avatar photo

Banda Aceh. RU – Terkait peran perempuan dalam Seni, Budaya dan Ekraf, isteri Wakil Bupati Aceh Tamiang. Nyonya Lindawati Ismail tegaskan dukung penuh bahwa; ekonomi kreatif harus tegak lurus dengan Pemerintah Aceh dan pusat.

Hal ini disampaikan Ibu Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ny. Lindawati Ismail, di sela kegiatan Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Kreatif Perempuan Aceh (FKPA) pada. Jumat, (30/8/2025) dari Banda Aceh.

“Kami memastikan bahwa kita sangat berkomitmen dengan pemajuan peran perempuan dalam seni, budaya dan ekonomi kreatif di Aceh Tamiang,” ucap Linda.

Sebut Linda, sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Pemerintah Aceh Tamiang telah menggulirkan beberapa program penting seperti pelatihan tenun songket, keterampilan kreasi lidi sawit, serta even seperti Tamiang Kreatif Festival yang dilaksanakan Sabtu, (30/8/2025) di Amphiteater Gedung Olahraga (GOR) Karang Baru.

Dia menuturkan, kehadirannya bersama para perwakilan dari berbagai kabupaten/kota se-Aceh pada Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Kreatif Perempuan Aceh (FKPA) hari ini sangat penting untuk menyuarakan komitmen dan aksi nyata yang telah dilakukan selama ini.

“Kami bersama Ibu Yuyun Armia mendukung penuh para srikandi Bumi Muda Sedia untuk beraktualisasi dan berdaya. Kami kira ini salah satu momentum penting guna memperkuat sinergi perempuan kreatif di seluruh Aceh, termasuk di Aceh Tamiang, demi mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis budaya dan kearifan lokal,” terangnya menguatkan.

Senada dengan itu, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, dalam pidatonya menegaskan peran penting FKPA.

“FKPA harus menjadi wadah aktualisasi, kolaborasi, dan pemberdayaan perempuan Aceh dalam berbagai bidang, utamanya seni, budaya, ekonomi kreatif, dan UMKM,” kata Fadhlullah.

Wagub yang akrab disapa Dek Fadh itu juga menyoroti peran strategis perempuan dalam perekonomian.

Diuraikannya, jumlah pelaku UMKM perempuan di Aceh melebihi laki-laki. Hal ini, sambungnya, menunjukkan kekuatan dan kontribusi nyata kaum perempuan dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan daerah.

Hajatan FKPA ini berlangsung meriah dengan berbagai agenda, termasuk parade busana dan produk unggulan daerah.

Setiap kabupaten/kota diberi kesempatan untuk menampilkan satu peserta yang mengenakan pakaian etnik daerahnya sambil membawa produk khas, menunjukkan kekayaan budaya yang dimiliki oleh setiap daerah. [S04]

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...

Huntara Kementrian PU–PT WIKA, Hunian Asri Penyembuh Duka Penyitas

Kualasimpang. RU – Bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang, Hunian sementara (Huntara)...

Ketika MoU Helsinki Kembali Disuarakan di Tengah Revisi UUPA

Banda Aceh. RU – Suasana Anjong Mon Mata di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh,...