Atasi Melonjaknya Harga Beras, Bupati Fakhry Salurkan Beras Murah

Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry di dampingi Sekretaris Daerah, Yusrizal, Pada saat membagikan beras murah SPHP di Pajak Duafa, Desa Mbacang Lade, Kecamatan Lawe Bulan. Jumat 1 Agustus 2025. [Foto Dok: rahasiaumum.com/AFW016].

Kutacane. RU – Untuk mengatasi kenaikan beras di beberapa wilayah di Indonesia, Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry sudah salurkan beras murah di 6 Kecamatan. Jumat (01/08/2025).

Beras yang disalurkan yaitu beras SPHP (Beras Premium) yang merupakan bagian dari program Gerakan Pangan Murah (GPM).

Program GPM digagas oleh Dinas Pangan Aceh Tenggara bekerja sama dengan Perum Bulog Kutacane.

Penyaluran beras murah akan dilakukan secara bertahap di seluruh kecamatan di Aceh Tenggara.

Dan untuk saat ini, penyaluran yang sudah disalurkan di kecamatan Babussalam, Tanoh Alas, Badar, Bukit Tusam, Lawe Sigala-gala, dan Kecamatan Lawe Bulan.

Beras SPHP ini dijual dengan harga terjangkau dan setiap warga dibatasi maksimal pembelian sebanyak dua sak, masing-masing berisi 5 kilogram.

Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, mengatakan program ini merupakan upaya pemerintah dalam menekan lonjakan harga pangan, khususnya beras.

“Beras SPHP ini disalurkan untuk menjaga daya beli masyarakat. Saya harap distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan,” ujar Salim Fakhry di lokasi penyaluran.

Melihat harga beras yang naik tinggi, dalam kesempatan itu, Salim Fakhry juga mengingatkan pentingnya kemandirian pangan.

Ia menyarankan agar para petani menyisihkan sebagian hasil panen untuk kebutuhan rumah tangga.

Terkait harga komoditas lain, ia menyampaikan bahwa jagung dengan kadar kekeringan 14 persen akan dibeli Bulog dengan harga Rp. 6.000 per kilogram.

Ia menegaskan bahwa seluruh bentuk bantuan, termasuk bantuan dari Program Keluarga Miskin (PKM), harus tepat sasaran dan hanya diberikan kepada warga yang benar-benar masuk kategori kurang mampu.

“Penyaluran bantuan sosial harus berdasarkan data yang akurat, jangan sampai tidak tepat sasaran,” ujarnya.

Dalam bulan Agustus ini, Kepala Dinas Pangan, Fitriati, mengatakan akan menyelesaikan penyaluran di 10 kecamatan yang tersisa. Serta ia menilai antusias masyarakat dalam program GPM cukup tinggi.

Kepala Perum Bulog Kutacane, Fahmi Hafiza Siregar, menyatakan siap mendukung program ini dan memastikan ketersediaan stok beras mencukupi untuk seluruh kecamatan di Aceh Tenggara.

Ia juga menyampaikan di setiap kecamatan akan disalurkan sebanyak 10 ton dan per-kilo nya akan dijual seharga 12 ribu, serta untuk kemasan 5 kilogram, dapat dibeli dengan besaran harga 60 ribu.

Menghadapi musim kemarau yang sedang melanda wilayah Aceh Tenggara, dalam kesempatan ini pula, Bupati juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan.(AFW016)

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...

Huntara Kementrian PU–PT WIKA, Hunian Asri Penyembuh Duka Penyitas

Kualasimpang. RU – Bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang, Hunian sementara (Huntara)...

Ketika MoU Helsinki Kembali Disuarakan di Tengah Revisi UUPA

Banda Aceh. RU – Suasana Anjong Mon Mata di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh,...