Bupati Aceh Tenggara Buka MTQ, Tekankan Pentingnya Pemahaman Al-Qur’an

Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry memberi kata sambutan di MTQ Kabupaten Ke-40, yang diselenggarakan di Lapangan Pemuda, desa Gumpang Jaya, Kecamatan Babussalam. Kamis, 24 Juli 2025. [Foto Dok. rahasiaumum.com/wartawan Aceh tenggara]

Kutacane. RU – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-40 tingkat Kabupaten Aceh Tenggara resmi dibuka oleh Bupati H. M. Salim Fakhry, Kamis (24/07/2025).

Pembukaan digelar di Lapangan Pemuda, Desa Gumpang Jaya, Kecamatan Babussalam, dan diikuti ratusan peserta dari seluruh kecamatan.

Dalam sambutannya, Salim Fakhry menyatakan bahwa MTQ bukan hanya ajang perlombaan keagamaan, melainkan momentum untuk memperkuat syiar Islam dan meningkatkan kualitas keimanan masyarakat.

“Kegiatan MTQ ini harus mampu mendorong peningkatan pengetahuan, penghayatan, dan pengamalan terhadap Al-Qur’an,” ujar Salim Fakhry di hadapan ratusan undangan dan masyarakat yang hadir.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kafilah dan panitia penyelenggara.

Ia berharap MTQ ini melahirkan qari dan qariah terbaik yang akan membawa nama Aceh Tenggara ke tingkat Provinsi Aceh dalam ajang MTQ mendatang yang rencananya digelar Oktober 2025 di Kabupaten Pidie Jaya.

“Saya berharap kafilah Aceh Tenggara mampu masuk 10 besar bahkan menjadi juara di tingkat provinsi,” ujar Salim Fakhry.

Dalam arahannya, Salim Fakhry juga meminta para dewan hakim bekerja secara profesional, adil, dan objektif. Ia mengingatkan bahwa hasil MTQ kali ini akan menentukan siapa saja yang layak mewakili kabupaten di tingkat provinsi.

Lebih lanjut, Bupati juga menyinggung pentingnya komitmen masyarakat Aceh terhadap Al-Qur’an, yang tercermin dalam sejumlah kebijakan lokal seperti Qanun Aceh Nomor 2 Tahun 2004 tentang Pilkada dan Qanun Nomor 3 Tahun 2008 tentang Partai Politik Lokal, yang mensyaratkan kemampuan membaca Al-Qur’an bagi calon kepala daerah dan anggota legislatif beragama Islam.

“Kecintaan masyarakat Aceh terhadap Al-Qur’an adalah bagian tak terpisahkan dari budaya dan identitas kita. Melalui MTQ ini, kita memperkuat komitmen itu,” tutup Salim.

Turut hadir dalam pembukaan, Anggota DPR RI Komisi XIII yang juga tokoh Aceh Tenggara, Muslim Ayub, yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya MTQ ini.

“Saya yakin dari ajang ini akan lahir qari dan qariah yang tidak hanya unggul dalam bacaan, tapi juga membawa nama baik Aceh Tenggara di tingkat provinsi maupun nasional,” ujar Muslim Ayub.

Menurutnya, MTQ juga memainkan peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang religius, cerdas, dan bebas dari ancaman sosial seperti narkoba

Ketua Panitia MTQ sekaligus Kepala Dinas Syariat Islam, M. Rasadi, mengatakan bahwa kegiatan ini digelar rutin setiap dua tahun sekali, sebagai bagian dari program pembinaan generasi muda Qur’ani.

“MTQ ini dilaksanakan sesuai siklus dua tahunan dan menjadi bagian penting dalam pembinaan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat,” jelas Rasadi.

MTQ ke-40 ini diikuti 489 peserta dari 16 kecamatan, dengan mempertandingkan enam cabang lomba, yaitu Tilawatil Qur’an, Hifzhil Qur’an, Syarhil Qur’an, Fahmil Qur’an, Tartil Qur’an, serta Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.

Pelaksanaan MTQ dijadwalkan berlangsung hingga 28 Juli 2025 dan dikelola oleh Dinas Syariat Islam Aceh Tenggara.(*)

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...

Huntara Kementrian PU–PT WIKA, Hunian Asri Penyembuh Duka Penyitas

Kualasimpang. RU – Bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang, Hunian sementara (Huntara)...

Ketika MoU Helsinki Kembali Disuarakan di Tengah Revisi UUPA

Banda Aceh. RU – Suasana Anjong Mon Mata di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh,...