Buka Lokakarya, Wakil Ketua TP-PKK Aceh Besar Dorong Perempuan Sebagai Motor Penggerak Masyarakat

Avatar photo
Wakil Ketua TP-PKK Aceh Besara, Hj. Nurul Fazli, S.Ag buka Lokakarya penguatan sistem pendidikan pemberdayaan perempuan menuju Indonesia Emas, di Gedung Dekranasda Gampong Gani. [Foto Dok./rahasiaunim.com/TH05]

Jantho. RU – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Aceh Besar terus mendorong peran perempuan, ibu rumah tangga, dan remaja putri agar menjadi motor penggerak di tengah masyarakat.

Wakil Ketua TP-PKK Aceh Besar, Hj. Nurul Fazli, S.Ag. menyampaikan hal ini dalam sambutannya acara Lokakarya Penguatan Sistem Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan Menuju Indonesia Emas.

“Kapasitas perempuan bukan hanya didalam ranah domistik saja, akan tetapi juga dalam kehidupan sosial, ekonomi dan pendidikan,” kata Nurul Fazli saat membuka kegiatan Lokakarya penguatan sistem pendidikan pemberdayaan perempuan menuju Indonesia Emas, di Gedung Dekranasda Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Kamis, (17/07/2025).

Nurul Fazli menyebut bahwa; perempuan merupakan tiang Keluarga, bahkan wanita adalah tiang negara.

“Karena baiknya sebuah negara itu, tergantung pada baiknya perempuan, sama halnya didalam Keluarga, sebuah keluarga akan harmonis apabila perempuan memiliki attitude [Cara berpikir berbicara dan bersikap] dan akhlak yang baik,” sebutnya.

Maka untuk itu, dikatakan Nurul, perempuan harus dibekali dengan keterampilan, ilmu pengetahuan dan kepercayaan diri, sehingga bisa menjadi motor penggerak perubahan di masyarakat.

“Perempuan harus mampu berkontribusi secara aktif dalam pembangunan baik itu ditingkat Gampong (desa-red) maupun nasional,” imbuhnya.

Nurul Fazli menyatakan, PKK sebagai mitra strategis pemerintah berperan penting dalam memperkuat ketahanan keluarga dan pembangunan sumber daya manusia.

“Pendidikan dan pemberdayaan masyarakat atau perempuan adalah dua pilar utama dalam misi PKK,” pintanya.

Melalui lokakarya ini, Nurul Fazli meminta untuk menguatkan komitmen bersama dan melahirkan pemikiran-pemikiran yang baru untuk membuat langkah-langkah yang kongkrit untuk diterapkan pada lingkungan kehidupan masing-masing.

“Karena pendidikan bukan hanya tentang mengajar dan belajar, akan tetapi juga tentang membebaskan diri dari ketidakadilan, ketimpangan dan kesetaraan,” tuturnya.

Ia berharap kepada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan Lokakarya dengan penuh semangat, supaya bisa mendapatkan ilmu yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita saling mendukung dan menguatkan, agar mampu membangun generasi yang lebih baik melalui kegiatan lokakarya ini,” tutup Nurul Fazli. (TH05)

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...

Huntara Kementrian PU–PT WIKA, Hunian Asri Penyembuh Duka Penyitas

Kualasimpang. RU – Bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang, Hunian sementara (Huntara)...

Ketika MoU Helsinki Kembali Disuarakan di Tengah Revisi UUPA

Banda Aceh. RU – Suasana Anjong Mon Mata di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh,...