Aceh Besar Latih BUMG Kelola Aplikasi FORSA

Aceh Besar Latih BUMG Kelola Aplikasi FORSA

Jantho. RU – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kabupaten Aceh Besar menggelar pelatihan penggunaan Aplikasi Transformasi Digital Sistem Informasi (Forsa) bagi pengurus BUMG di Aula PLUT KUMKM, di Ingin Jaya, Selasa (08/07/2025).

Aplikasi Forsa bagi BUMG merupakan aplikasi penyusunan laporan keuangan berbasis website.

Dengan Aplikasi ini diharapkan BUMG dapat melaksanakan pengelolaan keuangan secara efisien dan efektif sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan menyajikan laporan keuangan sesuai Standar Akuntansi Keuangan (SAK).

Hal itu disampaikan Kepala DPMG Aceh Besar Carbaini S.Ag saat membuka kegitan.

“Kita berharap BUMG dapat menggunakan aplikasi ini aplikasi ini dalam pengelolaan keuangan secara efisien dan efektif sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan menyajikan laporan keuangan sesuai Standar Akuntansi Keuangan (SAK),” harapnya.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari sejak 8 – 10 Juli 2025 itu, diikuti oleh 40 pengurus BUMG dalam wilayah kecamatan Darul Imarah, Ingin Jaya, Montasik, Kuta Baro, Krueng Barona Jaya dan Sukamkamur Aceh Besar.

Pemateri yang membimbing para peserta tersebut merupakan utusan dari Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Aceh.

Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha dan Ekonomi Masyarakat DPMG Aceh Besar, Ikhsan, SE menambahkan bahwa BUMG Bersama baru mulai terbentuk sejak tahun 2023, yang hingga saat ini baru mencapai 20 BUMG Bersama.

“BUMG Bersama ini merupakan Badan Usaha Milik Gampong yang pengelolaannya melibatkan lebih dari satu gampong secara bersama-sama. BUMG Bersama ini menjadi wadah atau Badan Usaha yang dilakukan secara kerja sama antar dua gampong atau lebih,” katanya.

Keberadaan BUMG dengan pengelolaan yang baik bisa menjadi solusi untuk menggerakkan ekonomi gampong, terserapnya tenaga kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal yang dikelola secara maksimal.

Dengan prinsip kooperatif, partisipatif, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan, BUMG bisa berkembang menjadi lembaga yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga mendukung pembangunan gampong secara keseluruhan.

“Untuk gampong yang ingin memulai BUMG, langkah awal yang perlu dilakukan adalah musyawarah gampong pembentukan bumg menentukan jenis usaha yang sesuai dengan potensi yang ada, serta memastikan keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahap pengelolaannya,” tutup Ikhsan.(*)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...