Syech Muharram Sambut Tim Penilai Lomba Gampong di Beuradeun

Syech Muharram Sambut Tim Penilai Lomba Gampong di Beuradeun

Jantho. RU – Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris, yang akrab disapa Syech Muharram, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Aceh Besar Hj. Rita Mayasari serta jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyambut kedatangan tim penilai Lomba Gampong Tingkat Provinsi Aceh tahun 2025 di Gampong Beuradeun, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (20/6/2025).

Dalam sambutannya, Syech Muharram mengucapkan selamat datang kepada dewan juri dan tim penilai. Bupati Aceh Besar berharap agar proses penilaian dilakukan secara objektif dan penuh integritas.

“Kami berharap penilaian ini dilakukan dengan hati nurani, bukan karena sesuatu yang lain. Kami percaya gampong Beuradeun mampu meraih prestasi terbaik, bahkan hingga ke tingkat nasional,” ujar Bupati.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai yang juga Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh, Dr H Iskandar AP SSos MSi, mengapresiasi penyambutan yang diberikan oleh Pemkab Aceh Besar dan masyarakat Gampong Beuradeun. Ia menilai wilayah Aceh Besar yang melingkari pusat provinsi memiliki potensi strategis dalam pembangunan.

Ia juga mengungkapkan bahwa Gampong Beuradeun memiliki sejarah panjang dan pernah dikenal luas sebelum masa konflik. Kini, kata Iskandar, merupakan momen yang tepat untuk mengangkat kembali nama dan kejayaan gampong tersebut.

“Penataan administrasi dan pengelolaan Gampong Beuradeun sudah sangat baik. Ini harus dipertahankan dan ditingkatkan. Kami dari DPMG Aceh siap mendukung setiap gampong yang ingin maju dalam berbagai aspek,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Iskandar juga menyoroti pentingnya penguatan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) sebagai motor ekonomi desa. Ia mendorong terbentuknya BUMG raksasa di Aceh Besar, mengingat jumlah gampong yang mencapai lebih dari 600.

“Pemerintah tidak berbisnis, namun BUMG yang bisa berperan besar. Jika dikelola dengan baik, BUMG bisa menciptakan lapangan kerja dan menjadikan gampong lebih mandiri,” tegasnya.

Sebagai informasi lainnya, tim penilai terdiri dari sembilan orang yang menilai aspek pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan.

Penilaian mencakup berbagai indikator, seperti tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, perencanaan pembangunan, pengelolaan keuangan, kebersihan dan keamanan lingkungan, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, partisipasi warga, hingga pelestarian adat dan inovasi desa.

Turut hadir jajaran kepala OPD Pemkab Aceh Besar, Forkopimcam Peukan Bada, tokoh masyarakat dan sejumlah pendukungan suksesnya acara tersebut.(*)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...