Ketua TP PKK Lhokseumawe Tak Kuasa Menahan Tangis di Acara The Yatim Batch-13

Ketua TP PKK Lhokseumawe Tak Kuasa Menahan Tangis di Acara The Yatim Batch-13

Lhokseumawe. RU – Suasana penuh haru menyelimuti kegiatan halal bi halal dan santunan rutin program orang tua asuh yang digelar Yayasan Abulyatama Indonesia (YAI) Cabang Lhokseumawe, Minggu (20/04/2025).

Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian The Yatim Batch-13 ini berlangsung di Museum Kota Lhokseumawe, dan turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Lhokseumawe, Ny. Yulinda Sayuti.

Dalam sambutannya, Ny. Yulinda Sayuti mengungkapkan betapa tidak mudahnya menjadi seorang ibu tunggal.

Ia mengatakan bahwa peran seorang ibu bukan hanya sebagai pengasuh, tetapi juga sebagai pelindung, pembimbing, sekaligus pencari nafkah.

“Dalam membesarkan anak-anak, kesabaran adalah kunci utama. Tidak semua hal bisa berjalan sempurna, tapi yakinlah setiap langkah kecil yang ibu lakukan akan menjadi amal jariyah dan membentuk masa depan anak-anak yang baik,” ungkapnya dengan suara yang bergetar, menahan haru.

Suasana semakin emosional ketika Ketua TP PKK itu tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan dukungannya terhadap para ibu dan anak-anak yatim yang hadir.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Lhokseumawe memiliki komitmen untuk terus hadir dan peduli terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan para ibu yang berjuang sendiri membesarkan anak-anak mereka.

“Semoga mereka tumbuh menjadi generasi yang saleh, cerdas dan membanggakan agama, orang tua, dan bangsa,” lanjutnya.

Ketua YAI Cabang Lhokseumawe, Maxalmina, S.HI., M.H., dalam kesempatan yang sama menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran dan dukungan berbagai pihak, khususnya kepada Ketua TP PKK Lhokseumawe yang selalu peduli terhadap kegiatan sosial kemanusiaan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari semangat kolaborasi dan kepedulian kita terhadap anak-anak yatim. Kami ingin memastikan bahwa mereka tidak merasa sendiri dalam perjalanan hidupnya. Kehadiran sosok seperti Ibu Yulinda memberikan semangat luar biasa, tidak hanya bagi anak-anak, tetapi juga bagi kami para relawan,” ujar Maxalmina.

Ia juga berharap agar program The Yatim ini terus berlanjut dan mendapat dukungan dari masyarakat luas serta pemerintah.

Acara ini menjadi pengingat bahwa perhatian dan kasih sayang terhadap anak-anak yatim merupakan tanggung jawab bersama. Suasana haru dan kehangatan yang tercipta menunjukkan bahwa masih banyak orang baik yang siap menjadi pelita bagi masa depan generasi yang membutuhkan.(*)

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...

Huntara Kementrian PU–PT WIKA, Hunian Asri Penyembuh Duka Penyitas

Kualasimpang. RU – Bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang, Hunian sementara (Huntara)...

Ketika MoU Helsinki Kembali Disuarakan di Tengah Revisi UUPA

Banda Aceh. RU – Suasana Anjong Mon Mata di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh,...