Hujan Lebat Berpotensi Picu Longsor, Warga Bener Meriah Diminta Siaga

Ilustrasi. Minggu 8 November 2026 [Dok. Generate By AI/rahasiaumum.com]

Redelong. RU – Ancaman hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Aceh membuat masyarakat Kabupaten Bener Meriah diminta meningkatkan kewaspadaan.

Kondisi cuaca yang diperkirakan berlangsung pada 6–12 November 2026 itu berpotensi memicu banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Ilham Abdi, meminta masyarakat segera melaporkan tanda-tanda awal yang berpotensi memicu bencana di lingkungan masing-masing.

“Kita meminta masyarakat segera melaporkan kenaikan debit air sungai, pergerakan tanah, atau pohon yang rawan tumbang,” kata Ilham, Minggu (08/11/2026).

Ia menjelaskan, peringatan tersebut mengacu pada informasi resmi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh.

Berdasarkan analisis BMKG, peningkatan potensi hujan dipengaruhi aktivitas Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial, belokan angin, serta daerah konvergensi atmosfer.

Menurut Ilham, kondisi geografis Bener Meriah yang didominasi kawasan perbukitan dan daerah aliran sungai (DAS) membuat wilayah itu rentan terhadap bencana hidrometeorologi.

Hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu lama dapat meningkatkan debit sungai dan memicu banjir maupun longsor.

Karena itu, masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana diminta meningkatkan kesiapsiagaan dan mengurangi aktivitas berisiko, terutama saat hujan deras.

Warga juga diimbau menjauhi bantaran sungai, lereng perbukitan, serta lokasi yang berpotensi mengalami longsor.

Untuk memantau perkembangan cuaca, masyarakat dapat mengakses informasi resmi BMKG Aceh melalui akun Instagram @infobmkg_aceh, menghubungi call center 08116788595, atau mengirimkan pertanyaan melalui surat elektronik [email protected].

Ilham menegaskan, laporan cepat dari masyarakat diperlukan agar petugas dapat mengambil langkah penanganan sebelum bencana mengancam keselamatan warga.

Pemerintah Kabupaten Bener Meriah juga mengingatkan masyarakat agar mengutamakan keselamatan, mengikuti arahan petugas, dan segera mencari tempat aman apabila menemukan tanda-tanda potensi bencana.(BI09)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...