Ini Nama 56 Putra-Putri Aceh yang Lulus Seleksi IPDN

Praja IPDN Jatinangor
Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN. [Foto: IPDN/Rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Sebanyak 56 putra-putri asal Provinsi Aceh dinyatakan lulus seleksi akhir penerimaan calon praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 2026.

Kelulusan tersebut tertuang dalam Keputusan Rektor IPDN Nomor 800.1.2.8-444 Tahun 2026 tentang Peserta yang Dinyatakan Lulus sebagai Calon Praja pada Seleksi Penerimaan Calon Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Tahun 2026.

Keputusan tersebut ditandatangani Rektor IPDN, Halilul Khairi, dan ditetapkan di Sumedang, Jawa Barat, Jumat (06/11/2026).

Untuk diketahui, sebanyak 70 peserta asal Aceh sebelumnya diberangkatkan ke Jatinangor, Sumedang, guna mengikuti rangkaian seleksi lanjutan penerimaan calon praja IPDN.

Dari jumlah tersebut, empat peserta dinyatakan tidak memenuhi syarat pada pemeriksaan kesehatan tahap kedua atau Rikkes II.

Setelah melalui seluruh tahapan seleksi, termasuk seleksi penentuan akhir atau pantukhir, sebanyak 56 peserta asal Aceh akhirnya dinyatakan lulus sebagai calon praja IPDN tahun 2026.

Jumlah kelulusan tersebut lebih banyak dua orang dibandingkan kuota awal Aceh yang berjumlah 54 peserta.

Dalam keputusan rektor disebutkan bahwa proses seleksi meliputi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), tes kemampuan bahasa Inggris, pemeriksaan kesehatan, tes psikologi, integritas dan kejujuran, pemeriksaan kesehatan tahap kedua, serta tes kesamaptaan dan antropometri.

Selain itu, peserta juga mengikuti wawancara pada tahapan seleksi penentuan akhir sebelum hasil kelulusan ditetapkan melalui rapat pleno pada 6 November 2026.

Secara nasional, IPDN menetapkan sebanyak 1.410 peserta lulus sebagai calon praja tahun 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 56 yang dinyatakan lulus berasal dari Aceh.

Berikut nama-namanya dan nilai pembobotan:

Alfarazy Zaidan L. Tobing – 82,9925

Ahmad Zayyid Shidqi – 82,7436

Muhammad Riefky Harsya – 81,5369

Muhammad Lindhu Mataram – 81,3929

Syifa Chairani Nabila – 81,1906

Keisya Salsabila Andara Putri – 81,1487

Muhammad Furqan – 80,9682

M Radja Azzikra Siregar – 80,9556

Nisa Almaghfirah Thaiby – 80,3718

Khairunnisa Azzahra – 80,1946

Ammar Fauzan – 80,1406

Muhammad Wahyu Aflah Nabil S – 79,9243

Rayyan Nur Razi – 79,9062

Muhammad Fathan Hirzi – 79,8442

M Daffa Jihada – 79,7891

Rifki Atha Pratama – 79,6031

Atania Asla – 79,5890

Muhammad Saidul Abrar – 79,5766

Allyssa Nazliya – 79,5591

Raffi Zaidan Ramadhan – 79,3696

Muhammad Arkan Athaya – 79,1998

Livia Arsyka – 79,0195

T M Raffi Zahri – 78,9948

Nasywa Rizqina Putri – 78,8620

Anisa Khalillah Diba Selian – 78,7399

Alfin Faizi – 78,6566

Javier Adinata Abid – 78,3644

Sadiqa Adhania – 78,3632

Abdul Ar Rosyid Dzmar – 78,1424

Rakha Putra Hafidh – 78,0964

Safratun Nafis – 78,0718

Muhammad Arafat Ambiya – 77,9936

Fakhrul Malik Amija – 77,9080

T M Fakhri Zaidan – 77,8360

Ahmad Fahreza – 77,6339

Haura Zakia – 77,6322

Iskandar Anugrah SKD – 77,4816

Muhammad Ihsan – 77,3837

Darliza Febrina Anggraini – 76,9604

Fina Qori Annisa – 76,8861

Hanani Simbolon – 76,7678

Muhammad Rizky – 76,7046

Gelsi Aliya Manurung – 76,4654

Miftahul Jannah – 76,3128

Syakira Gelbrina – 76,1538

Muhammad Bento Anarki – 76,1332

Fadhiel Muhammad Arkan – 76,1191

Muhammad Abyan Ahnaf – 76,0276

Abdi Siddiq – 75,9725

Muhammad Hari Ambiya – 75,9410

Atthala Al Thoriq – 75,8836

Balqis Syahirah – 75,4695

Muhammad Khaliqul Rifki – 75,2301

Pascal Leander Estrada – 75,2014

Khairul Ikhsan – 74,5408

Ammar Tsani – 74,2655.(TH05)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...