Tujuh Lapak PKL di Jalan Pante Kulu Ditertibkan karena Ganggu Ruang Publik

Tampak anggota Satpol PP Banda Aceh saat lakukan penertiban pedagang yang melanggar ketertiban, di Jalan Pante Kulu, Banda Aceh. Senin 26 Oktober 2026 [Dok. rahasiaumum.com/SRS12]

Banda Aceh. RU – Tujuh lapak pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Tgk. Chik Pante Kulu, Gampong Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PPWH) Kota Banda Aceh, Senin (26/10/2026).

Penertiban dilakukan menyusul bertambahnya lapak di kawasan tersebut yang dinilai berpotensi mengganggu akses publik dan ketertiban umum.

Kepala Satpol PPWH Kota Banda Aceh M. Rizal mengerahkan regu penertiban yang dipimpin Komandan Kompi (Danki) Erwin.

Dalam kegiatan itu, petugas menertibkan tujuh lapak sekaligus meminta pemiliknya membongkar lapak secara mandiri.

Rizal mengatakan, penataan ruang publik diperlukan agar aktivitas masyarakat berjalan lancar dan fasilitas umum dapat digunakan sesuai peruntukannya.

Ia juga mengingatkan para pedagang agar memperhatikan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat saat berusaha.

“Silakan mencari rezeki yang baik dan berkah, tetapi jangan sampai mengabaikan hak-hak orang lain di ruang publik. Ketertiban dan kenyamanan bersama harus tetap menjadi perhatian,” pesannya.

Menurut Rizal, menjaga keindahan Banda Aceh bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, termasuk para pedagang.

Ia mengajak seluruh pihak menjaga fasilitas umum agar tetap tertib, bersih, dan nyaman digunakan.

“Fasilitas umum mari sama-sama kita jaga. Kita ingin estetika Kota Banda Aceh tetap indah dan nyaman, tanpa mengabaikan kesempatan masyarakat untuk mencari nafkah sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

Satpol PPWH Banda Aceh berharap para pelaku usaha mematuhi aturan dan turut menjaga ketertiban ruang publik demi mewujudkan kota yang tertata, nyaman, dan ramah bagi seluruh warga.(RSR12)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...