Kutacane. RU – Mulyadi (45), warga yang dilaporkan terseret arus Sungai Alas di Desa Lawe Serakut, Kecamatan Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara, ditemukan meninggal dunia pada hari ketiga pencarian, Minggu, 25 Oktober 2026.
Jenazah korban ditemukan di Sungai Gelombang, yang merupakan aliran Sungai Alas-Singkil, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, sekitar pukul 14.07 WIB.
Lokasi penemuan berjarak sekitar 34 kilometer dari titik awal korban dilaporkan hanyut.
Koordinator Pos SAR Kutacane, Bustami Amri, membenarkan penemuan tersebut.

“Alhamdulillah, korban berhasil ditemukan. Jarak dari lokasi korban terseret arus hingga ditemukan kurang lebih 34 kilometer, di Sungai Gelombang, Subulussalam,” kata Amri saat dikonfirmasi rahasiaumum.com, Senin (26/10/2026).
Pencarian hari ketiga melibatkan tim gabungan dari Pos SAR Kutacane, Polsek Babul Rahmah, Koramil Leuser, BPBD Aceh Tenggara, dan masyarakat setempat.
Tim menyisir aliran Sungai Alas melalui jalur darat dan air hingga mendapat informasi penemuan korban di wilayah Subulussalam.
Setelah ditemukan, jenazah Mulyadi dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan.
Sebelumnya, Mulyadi dilaporkan hanyut pada Jumat, 23 Oktober 2026 sekitar pukul 19.55 WIB.
Saat itu, korban sedang menyeberangi Sungai Alas dari kebunnya menuju sebuah warung di Desa Lawe Serakut untuk membeli kebutuhan sehari-hari.
Namun, ketika berada di bagian tengah sungai, korban terseret arus deras hingga kehilangan keseimbangan dan hanyut terbawa aliran sungai.
Mulyadi diketahui bekerja sebagai petani dengan kebun di Desa Lawe Serakut.
Ia tercatat sebagai warga di Dusun Kesehatan, Desa Tanoh Anoe, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.
Operasi pencarian dilakukan sejak laporan kejadian diterima hingga korban ditemukan pada Minggu sore.(AFW11)













