Calang.RU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Jaya merealisasikan pengembangan lahan perkebunan kelapa sawit seluas 60 hektare untuk eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang tersebar di sembilan kecamatan di kabupaten itu.
“Luas lahan yang dialokasikan antara 6 hingga 10 hektare per kecamatan,” kata Kepala Dinas Pertanian Aceh Jaya, Dailami, dikutip Selasa (13/10/2026).
Lahan perkebunan kelapa sawit tersebut nantinya dikelola oleh para eks kombatan di bawah naungan Komite Peralihan Aceh (KPA) Sagoe (organisasi eks GAM) di masing-masing wilayah.
Ia menjelaskan, program tersebut sudah dimulai penanaman perdana sejak 2025 lalu di Kecamatan Pasie Raya. Kemudian, berlanjut tahun ini di delapan kecamatan lainnya.
Ia merincikan, pada 2025 Kecamatan Pasie Raya mendapatkan alokasi lahan seluas 10 hektare. Sementara pada 2026, alokasi lahan di Kecamatan Teunom berkisar 7 hektare, Kecamatan Panga 7 hektare, serta Kecamatan Krueng Sabee dan Setia Bakti masing-masing 6 hektare.
Kemudian, untuk KPA Kecamatan Sampoiniet, Darul Hikmah, Indra Jaya, dan Kecamatan Jaya, masing-masing mendapatkan alokasi lahan seluas 6 hektare.
Bupati Aceh Jaya, Safwandi berharap, keberadaan kebun sawit tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi organisasi sekaligus menjadi aset produktif yang mampu mendukung kegiatan sosial bagi korban konflik.
“Semoga lahan ini bermanfaat bagi KPA. Ini bukan hanya untuk anggota KPA, tetapi merupakan aset organisasi yang telah lama terbentuk sebagai hasil perdamaian,” harapnya.(TH05)













