Redelong. RU – Berada di kawasan lereng gunung api aktif, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bener Meriah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam dengan membekali petugas dan warga binaan melalui kegiatan pembekalan kader siaga bencana.
Rutan Bener Meriah diketahui berjarak sekitar 11,5 kilometer dari gunung api aktif, dengan waktu tempuh berkendara sekitar 23 menit melalui Jalan Raya Bireuen–Takengon.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam meningkatkan kesiapan menghadapi bencana dan situasi darurat.
Kepala Rutan Kelas IIB Bener Meriah, Ari Samanto, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kewaspadaan petugas serta warga binaan dalam menghadapi potensi bencana.
”Para petugas maupun warga binaan mengetahui prosedur evakuasi dan upaya penyelamatan yang tepat sesuai dengan kondisi di lingkungan Rutan,” kata Ari kepada rahasiaumum.com, Senin (12/10/2026).
Menurut Ari, pembekalan ini diharapkan membuat para kader memahami langkah awal penanganan keadaan darurat sekaligus meningkatkan kemampuan berkoordinasi ketika bencana terjadi.
Kegiatan tersebut juga melibatkan TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memperkuat sistem penanggulangan bencana yang terencana, terkoordinasi, dan responsif.
”Dukungan para mitra diharapkan dapat memberikan pembekalan yang optimal, baik dari sisi pengetahuan maupun keterampilan praktis, sehingga terbentuk kader yang tanggap, sigap, dan mampu berkoordinasi ketika menghadapi situasi darurat,” tutur Ari.
Selain pembekalan kader, Rutan Bener Meriah menjalin kerja sama dengan BPBD, Puskesmas Pante Raya, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Bener Meriah.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung upaya pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga penanganan dampak bencana sesuai tugas dan fungsi masing-masing instansi.
Melalui sinergi lintas instansi tersebut, Rutan Bener Meriah berharap kesiapsiagaan di lingkungan pemasyarakatan semakin kuat sehingga petugas dan warga binaan dapat merespons potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.(BI09)













