Respons Banjir Dinilai Lamban, HMI Desak Evaluasi Kalaksa BPBD

Kabid PTKP HMI Cabang Kutacane, Sayang Nasihin saat orasi pada sebuah aksi. Minggu 11 Oktober 2026 [Dok. Pribadi/rahasiaumum.com]

Kutacane. RU – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kutacane mendesak Bupati Aceh Tenggara M. Salim Fakhry mengevaluasi kinerja Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyusul keluhan masyarakat terkait lambannya penanganan banjir.

Desakan itu disampaikan Kepala Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) HMI Cabang Kutacane, Sayang Nashihin.

Ia meminta evaluasi dilakukan secara menyeluruh berdasarkan pelaksanaan tugas dan kondisi di lapangan, guna memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan kebutuhan warga terdampak terpenuhi.

Menurut Sayang, BPBD memiliki peran strategis dalam merespons bencana, mengoordinasikan penanganan, serta memastikan kebutuhan mendesak masyarakat terdampak mendapat perhatian.

Karena itu, keluhan warga harus ditindaklanjuti dengan menelusuri kendala yang menyebabkan lambannya respons agar persoalan serupa tidak terulang.

“Ketika masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah, pejabat terkait harus mampu menunjukkan tanggung jawab dan keseriusannya. Jabatan adalah amanah yang harus dibuktikan melalui kerja nyata,” kata Sayang kepada rahasiaumum.com, Minggu (11/10/2026).

Ia menegaskan, evaluasi tidak boleh berhenti pada formalitas administratif.

Hasilnya harus menjadi dasar perbaikan kinerja BPBD sekaligus pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah terhadap pejabat yang dinilai tidak mampu menjalankan tanggung jawabnya.

Sayang juga meminta Bupati mempertimbangkan pencopotan Kalaksa BPBD apabila hasil evaluasi membuktikan adanya ketidakmampuan dalam menjalankan tugas.

“Apabila hasil evaluasi menunjukkan adanya ketidakmampuan dalam menjalankan tugas atau lemahnya respons terhadap kebutuhan masyarakat, Bupati Aceh Tenggara harus berani mengambil tindakan tegas,” ujarnya.

Ia menambahkan, kritik tersebut merupakan bagian dari fungsi kontrol mahasiswa terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

HMI berharap pemerintah daerah mengutamakan kepentingan masyarakat, terutama saat warga menghadapi bencana dan membutuhkan penanganan segera.(AFW11)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...