Bank Sampah di Batalion 117 KY dapat Pembinaan dari DLH Aceh Besar

Bank Sampah di Batalion 117 KY dapat Pembinaan dari DLH Aceh Besar

Jantho. RU – Guna mengurangi menjaga lingkungan dan mengolah kembali sampah menjadi barang yang bermanfaat Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Besar bekerja sama dengan Batalion 117 Ksatria Yudah, DLH memberikan sosialisasi Pengelolaan Sampah dan pembinaan Bank Sampah.

Kepala DLH, Aceh Besar, Muwardi, SH, melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Aceh Besar, Mulyadi SH, mengatakan, sampah secara umum dapat di artikan sebagai bahan buangan yang tidak disenangi dan tidak diinginkan orang, dimana sebagian besar merupakan bahan atau sisa yang sudah tidak dipergunakan lagi dan akan menimbulkan gangguan terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.

“Oleh seba itu, untuk menjadikan sampah bermanfaat maka masyarakat harus tau tiga langkah penglolaan sampah rumah tangga yaitu, . Reduce (Mengurangi), Reuse (Menggunakan Ulang) dan Recycle (Mendaur Ulang),” katanya.

Ia mengatakan, Reduce itu berarti, mengurangi penggunaan barang yang bisa menjadi sampah, terutama yang sulit terurai seperti plastik.

“Contoh, membawa tas belanja sendiri, memilih produk dengan sedikit kemasan. Sementara Reuse, menggunakan kembali barang-barang yang masih layak pakai untuk mengurangi sampah.

seperti menggunakan botol kaca bekas sebagai vas bunga, atau menggunakan baju lama untuk lap,” terangnya.

Mulyadi mengatakan, disebut dengan recycle, itu berarti memanfaatkan, kembali seperti mengubah botol plastik menjadi kerajinan tangan atau tempat pensil. Maka untuk mengurangi volume sampah rumah tangga, butuh kesadaran dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Peran penting yang dapat dilakukan tiap rumah tangga dalam pengelolaan sampah ialah, melakukan pemilahan sampah berdasarkan jenis. Masyarakat tidak membuang limbah cair ke parit langsung atau gorong-gorong. Serta mngelola sampah organik menjadi kompos.

“Bila sampah tidak dikelola dan hanya langsung dibuang ke lingkungan maka akan mengurangi nilai kebersihan dan keindahan, mengurangi kenyamanan, menjadi media penularan penyakit (lalat, tikus, nyamuk, kecoa), menurunkan kualitas lingkungan (pencemaran udara, pencemaran tanah dan sumber air), dampak polutan B3,” terang Mulyadi.

Maka dari itu, butuh perubahan mindset masyarakat terhadap sampah untuk menjadi nilai tambah ekonomi.

“Mengubah pola pikir bahwa sampah bukan lagi “sampah” yang tidak bermanfaat, mengelola sampah sama dengan investasi terutama kesehatan, mengelola sampah itu sederhana dan mudah. Maka dari itu kita perlu melakukan 3R,” pungkasnya.(*)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...