Keluhan Petani Ditindaklanjuti, Sedimen Irigasi Gampong Pisang Dikeruk

Petugas BPBD Abdya mengeruk sedimen berupa kerikil di saluran irigasi Gampong Pisang, Kecamatan Setia. Sabtu 3 Oktober 2026 [Dok. rahasiaumum.com/T08]

Blangpidie. RU – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh, membersihkan saluran irigasi yang tersumbat sedimen berupa kerikil di Gampong Pisang, Kecamatan Setia.

Pengerukan dilakukan setelah petani mengeluhkan air irigasi tidak mengalir hingga ke lahan persawahan mereka.

Asisten II Setdakab Abdya, Rahwadi, mengatakan pemerintah kabupaten langsung berkoordinasi dengan Dinas PUPR, Dinas Pertanian, dan BPBD Abdya untuk menangani persoalan tersebut.

“Petani melaporkan adanya saluran irigasi yang tersumbat, sehingga air tidak mengalir ke sawah mereka,” kata Rahwadi, Sabtu (03/10/2026).

Menurut Rahwadi, pembersihan saluran telah dilakukan dan aliran air ke areal persawahan Gampong Pisang kini kembali normal.

“Alhamdulillah, kemarin langsung dilakukan pembersihan. Sekarang air sudah mengalir lancar ke areal sawah petani Gampong Pisang,” katanya.

Selain Gampong Pisang, pemerintah kabupaten juga mencatat adanya saluran irigasi yang membutuhkan penanganan di Gampong Drien Jaloe.

Namun, pengerukan belum dapat dilakukan karena saluran berada di tengah sawah sehingga alat berat tidak dapat menjangkau lokasi.

“Untuk saluran irigasi di Drien Jaloe belum bisa dibersihkan karena letaknya tepat di tengah sawah, sehingga alat berat tidak bisa masuk. Sekarang kita sedang mencari solusi lain agar saluran irigasi tersebut bisa segera ditangani,” ujar Rahwadi.

Rahwadi menegaskan, penanganan irigasi menjadi salah satu fokus Bupati Abdya Safaruddin untuk memastikan kebutuhan air bagi persawahan petani terpenuhi.

“Kita berharap dengan ketersediaan air yang mencukupi, padi petani bisa tumbuh maksimal dan hasil panen juga melimpah,” pungkas Rahwadi.(T08)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...