Banda Aceh. RU – Dua siswa MTsN 1 Banda Aceh, Nafisah Zida Putri dan Asya Xaviera Al Rescha, meraih juara II dan medali perak dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) bidang ilmu pengetahuan terapan tingkat nasional.
Nafisah dan Asya bersama guru pembimbing disambut Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah saat tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Rabu (30/09/2026).
OPSI tahun ini diikuti sekitar 39.000 peserta dari seluruh Indonesia.
Capaian tersebut menjadi prestasi bagi Banda Aceh dan Provinsi Aceh di tingkat nasional.
Afdhal mengapresiasi prestasi Nafisah dan Asya serta dukungan guru pembimbing dan orang tua selama proses penelitian hingga kompetisi.

“Alhamdulillah, adik-adik kita mendapatkan medali perak di tingkat nasional. Ini adalah sebuah prestasi dan kebanggaan,” kata Afdhal.
Ia berharap prestasi tersebut memotivasi pelajar lain di Banda Aceh untuk terus mengembangkan potensi.
Pemko Banda Aceh, kata Afdhal, juga akan terus mendukung pengembangan kemampuan pelajar.
“Dari Pemko sendiri akan melakukan upgrading untuk bisa membantu pelajar-pelajar. Kita punya Banda Aceh Academy, kita bisa berkolaborasi dan juga ada Kemenag Kota Banda Aceh. Kita bisa terus bersama-sama memajukan Banda Aceh lewat prestasi nantinya,” ujar Afdhal.
Sementara itu, Nafisah mengaku bersyukur dapat membawa nama Banda Aceh dan Aceh ke tingkat nasional.
“Terima kasih atas semua yang telah mendukung. Kami merasa bangga bisa membawa nama Kota Banda Aceh dan juga Provinsi Aceh di tingkat nasional,” ujar Nafisah.
Dalam OPSI, keduanya mengembangkan sistem smart room sebagai karya di bidang ilmu pengetahuan terapan.
Sistem tersebut dirancang agar dapat memberikan manfaat dan digunakan masyarakat.
“Kami membuat sistem smart room. Dari sistem ini dapat bermanfaat dan bisa digunakan untuk masyarakat,” jelas Nafisah.
Prestasi tersebut tidak terlepas dari pendampingan guru dan orang tua selama proses penelitian hingga kompetisi nasional.
Penyambutan di Bandara Sultan Iskandar Muda turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh, sejumlah SKPK, serta staf ahli Pemerintah Kota Banda Aceh.(RSR12)













