Blangpidie. RU – Aktivitas nelayan di Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), kembali terkendala akibat pendangkalan muara.
Tumpukan pasir, lumpur, dan material batu karang membuat perahu dan boat berisiko kandas saat keluar-masuk muara.
Pendangkalan tersebut telah berulang selama bertahun-tahun.
Pemkab Abdya sebelumnya telah mengalokasikan anggaran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2025 untuk mengeruk kolam labuh dan mulut muara, tetapi sedimentasi kembali terjadi.
“Kami sudah mengalokasikan dana untuk pengerukan kolam labuh dan mulut Muara Lhok Pawoh pada 2025. Namun muaranya kembali dangkal,” kata Kepala Dinas Pangan, Kelautan, dan Perikanan Abdya, Hamdani kepada rahasiaumum.com, Sabtu (19/09/2026).
Pada Agustus 2026, pengerukan kembali dilakukan bersama Panglima Laot dan Kelompok Masyarakat Nelayan menggunakan mesin pompa milik Dinas Pertanian.
Namun, pekerjaan terkendala pecahan karang keras di mulut muara.
Bupati Abdya Safaruddin, kemudian memerintahkan Dinas PUPR menyiapkan alat berat yang lebih memadai untuk mempercepat normalisasi muara.
Untuk penanganan jangka panjang, Pemkab Abdya juga menyiapkan usulan pembangunan lanjutan breakwater atau jetty dengan mengacu pada DED 2018.
“Sedimentasi, pendangkalan, abrasi pantai, serta potensi banjir tetap berulang. Karena itu, kita upayakan pengusulan pembangunan lanjutan breakwater atau jetty,” ujar Hamdani.(T08)













