Pemerintah Pulihkan 8.074 Sawah Terdampak Bencana di Aceh Timur

Sawah terdampak bencana
Ilustrasi - Sawah terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh yang terjadi November 2025. [Foto: Rahasiaumum.com/*]

Idi. RU – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Timur mulai melakukan pemulihan sawah terdampak bencana seluas 8.074 hektare dengan total anggaran mencapai Rp52,79 miliar lebih.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Timur, Abdul Rahman, mengatakan pemulihan sawah tersebut dilakukan melalui program optimalisasi lahan dan rehabilitasi sawah rusak sedang.

“Program pemulihan tersebut mencakup lahan terdampak bencana seluas 6.304 hektare dan sawah rusak sedang seluas 1.770 hektare. Rehabilitasi dilakukan secara bertahap,” katanya, Kamis (17/09/2026).

Optimalisasi sawah terdampak bencana ini melibatkan 174 kelompok tani dengan luas lahan mencapai 6.304 hektare. Program tersebut didukung anggaran sebesar Rp28,9 miliar yang bersumber dari APBN melalui Satker Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh.

Saat ini, pengolahan lahan telah mencakup 1.974 hektare. Sementara lahan yang telah memasuki tahap penanaman mencapai 540 hektare.

Selain optimalisasi, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh Timur juga melaksanakan rehabilitasi terhadap sawah rusak sedang akibat bencana.

Program rehabilitasi tersebut mencakup lahan seluas 1.770 hektare dengan melibatkan 37 kelompok tani. Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp23,895 miliar yang juga bersumber dari APBN melalui Satker Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh.

“Adapun kegiatan rehabilitasi meliputi pengolahan tanah seluas 1.005 hektare dan penanaman pada lahan seluas 435 hektare. Dengan demikian, total lahan yang menjadi sasaran kedua program pemulihan tersebut mencapai 8.074 hektare dengan dukungan anggaran sekitar Rp52,79 miliar lebih,” katanya.

Ia menyebutkan, pelaksanaan pemulihan sawah dilakukan secara bertahap, mulai dari pengolahan tanah hingga penanaman, sesuai kondisi lahan dan kesiapan masing-masing area pertanian.

“Program ini menjadi bagian dari upaya pemulihan sektor pertanian Aceh Timur setelah terdampak bencana, sekaligus mendukung petani agar dapat kembali mengusahakan lahan persawahan mereka,” kata Abdul Rahman.(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...