Dua Tim Mahasiswa Unimal Raih Silver Award di Malaysia

Unimal
Tim mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Unimal berhasil meraih silver award melalui inovasi teknologi dalam ajang internasional. [Foto: Unimal/Rahasiaumum.com]

Lhoksukon. RU – Dua tim mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Malikussaleh (Unimal) meraih Silver Award dalam ajang kompetisi inovasi teknologi tingkat internasional yang digelar Kolej Vokasional Sultan Ahmad Shah, Malaysia, pada 10 September 2026.

Dua penghargaan tersebut diraih melalui inovasi di bidang energi, machine learning, elektronika, serta teknologi kesehatan.

Penghargaan pertama diraih tim yang mengembangkan proyek berjudul “State of Charge Estimation Experiment on Machine Learning-Based Hybrid Energy Harvesting System Using ESP32”. 

Proyek ini mengembangkan eksperimen estimasi State of Charge (SoC) berbasis machine learning pada sistem hybrid energy harvesting dengan memanfaatkan mikrokontroler ESP32.

Tim tersebut terdiri atas Teuku Imam Fradhean Fred, Muhammad Fathi Annaqi Lubis, Azzuhra Nayla Evana Saragih, dan Riki Azril.

Sementara penghargaan kedua diraih melalui proyek berjudul “Development of a Bluetooth-Based Electronic Stethoscope with a Music Feature to Support Child-Friendly Examinations”.

Tim kedua beranggotakan Novra, Gianina Inaya, Nyak Qurratu Aini, dan Rafli Hamdan Farabi.

Koordinator Program Studi Teknik Elektro Unimal, Teuku Multazam, mengatakan capaian tersebut menunjukkan mahasiswa Teknik Elektro tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang kompetitif di tingkat internasional.

”Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk lebih aktif dalam penelitian, pengembangan inovasi, dan berbagai kompetisi,” ujarnya, Sabtu (12/09/2026).

Ia menilai proses pembelajaran di perguruan tinggi tidak seharusnya berhenti di ruang kelas. Pengetahuan yang diperoleh mahasiswa harus dapat diterapkan menjadi karya yang memiliki nilai tambah dan manfaat bagi masyarakat.

“Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pengembang teknologi,” ujarnya.

Multazam mengatakan keberhasilan dua tim tersebut juga diharapkan mendorong lahirnya lebih banyak inovasi mahasiswa, khususnya di bidang energi, elektronika, sistem kendali, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, serta bidang keteknikan lainnya.

Penguasaan teknologi seperti machine learning, mikrokontroler, sistem energi, komunikasi Bluetooth, dan elektronika, menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk menjawab kebutuhan industri maupun masyarakat.(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...