Delegasi Daughters for Earth dan HAKa Amati Upaya Warga Menjaga KEL

Pengurus Yayasan HAkA bersama delegasi internasional Daughters for Earth menjajaki KEL, di Dusun Lhok Batee Intan, Gampong Padang, Kecamatan Manggeng, Abdya. Selasa 8 September 2026 [Dok. rahasiaumum.com/T08]

Blangpidie. RU – Upaya masyarakat menjaga kawasan Ekosistem Leuser di Aceh Barat Daya mendapat perhatian dari lembaga lingkungan internasional.

Delegasi Daughters for Earth bersama Yayasan Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh (HAkA) mengunjungi sejumlah wilayah penting di Aceh pada 4–9 September 2026.

Kunjungan tersebut diarahkan untuk melihat langsung praktik konservasi berbasis masyarakat sekaligus memperkuat peran perempuan dalam menjaga keberlanjutan hutan.

Rombongan terdiri dari tiga warga negara asing, yakni Zainab T. Salbi dari Amerika Serikat serta Manuela Mattalana Hoyos dan Carolina Garcia Arbelaez dari Kolombia.

Mereka menelusuri sejumlah bentang alam Aceh untuk mengamati kondisi hutan dan pendekatan konservasi yang dilakukan masyarakat.

Salah satu lokasi yang dikunjungi ialah Dusun Lhok Batee Intan, Gampong Padang, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Kawasan tersebut disebut sebagai salah satu pintu menuju Kawasan Ekosistem Leuser (KEL).

Di lokasi itu, delegasi berjalan kaki menyusuri kawasan pinggiran Ekosistem Leuser.

Mereka juga berdiskusi dengan masyarakat mengenai tata kelola sumber daya alam secara berkelanjutan serta upaya mempertahankan tutupan hutan.

Kunjungan tersebut disambut Ketua DPRK Abdya Roni Guswandi, Camat Manggeng Ridha Wiyardi, Keuchik Gampong Padang Muttalimin, pemerhati lingkungan dari KSM Bineh Rimba TM Daud Yuska, serta Ketua Lembaga Pengelola Hutan Gampong (LPHG) Lhok Batee Intan Ridhiya Asmadi dan jajaran pengurus lembaga desa.

Dorong Perlindungan Berbasis Masyarakat

Roni Guswandi mengapresiasi perhatian pegiat lingkungan internasional terhadap potensi alam dan upaya konservasi yang dilakukan masyarakat Abdya.

“Kehadiran delegasi Daughters for Earth bersama Yayasan HAkA menjadi dorongan besar bagi kami di pemerintah daerah,” tutur Roni, Selasa (08/09/2026).

Menurut Roni, keberadaan Ekosistem Leuser di Lhok Batee Intan merupakan aset penting yang harus dijaga bersama.

Lembaga legislatif, kata dia, siap mendorong regulasi dan kebijakan yang mendukung pelestarian hutan berbasis masyarakat.

“Kami di lembaga legislatif siap mengupayakan dukungan regulasi serta kebijakan yang selaras dengan pelestarian hutan berbasis masyarakat,” ujarnya.

Camat Manggeng Ridha Wiyardi mengatakan pemerintah kecamatan berkomitmen menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat lokal.

“Kami sangat bangga kawasan Lhok Batee Intan di Kecamatan Manggeng menjadi salah satu titik fokus kunjungan global ini,” ucap Ridha.

Menurut Ridha, kunjungan tersebut menunjukkan bahwa upaya masyarakat dalam menjaga hutan mulai mendapat perhatian di tingkat internasional.

“Kami akan terus bersinergi agar program perlindungan alam dapat berjalan sejalan dengan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.(T08)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...