Musyawarah Raya III PDA, Kader Diminta Kawal MoU Helsinki

Suasana Musyawarah Raya III Partai Darul Aceh yang digelar di Hotel Rasamala Seutui, Banda Aceh. Jumat 4 September 2026 [Dok. rahasiaumum.com/R10]

Banda Aceh. RU – Partai Darul Aceh (PDA) menggelar Musyawarah Raya III di Hotel Rasamala Seutui, Banda Aceh, Jumat (04/09/2026) malam.

Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi sekaligus merumuskan langkah strategis menghadapi dinamika politik ke depan.

Selain jajaran pengurus PDA, musyawarah dihadiri Kepala Badan Kesbangpol Aceh Dr. Munawar, MA, Bupati Aceh Besar Muharam Idris, ulama dan pimpinan dayah, serta sejumlah pimpinan partai politik.

Ketua Umum DPP PDA Tengku Ridwan Abubakar alias Nektu meminta seluruh kader menjaga kekompakan dan tetap memperjuangkan kepentingan masyarakat Aceh.

Ia juga menekankan pentingnya mengawal kesepakatan dalam MoU Helsinki.

“Kita harus tetap kompak dan jangan pernah berhenti memperjuangkan kepentingan rakyat Aceh. Apa yang telah menjadi kesepakatan dalam MoU Helsinki harus terus kita perjuangkan dan kawal bersama demi kepentingan Aceh,” ujarnya.

Nektu juga mengingatkan kader agar menjaga soliditas dan tidak mudah terpecah oleh dinamika politik.

Menurutnya, persatuan menjadi modal penting bagi PDA dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Aceh Dr. Munawar mengatakan musyawarah merupakan bagian penting dari tradisi demokrasi untuk menghimpun pandangan dan menghasilkan keputusan terbaik.

“Musyawarah bukan sekadar agenda organisasi. Musyawarah adalah bagian penting dari tradisi demokrasi yang mengajarkan kita untuk mendengar, menghargai perbedaan pandangan, mencari titik temu, serta mengambil keputusan dengan mengedepankan kepentingan yang lebih besar,” ujarnya.

Ia mengajak PDA dan seluruh kekuatan politik di Aceh memperkuat sinergi dengan pemerintah serta menempatkan kepentingan rakyat sebagai titik temu dalam perjuangan politik.

“Kami mengajak Partai Darul Aceh dan seluruh kekuatan politik yang ada di Aceh untuk terus membangun sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Aceh. Mari kita tempatkan kepentingan rakyat sebagai titik temu dari seluruh perbedaan dan perjuangan politik kita,” katanya.(R10)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...