Erupsi Sinabung Ganggu Ruang Udara, Penerbangan Bandara SIM Terdampak

Salahsatu pesawat yang tertund penerbangan dari Bandara SIM tujuan Kualanamu akibat erupsi Gunung Sinabung Sumut. Selasa 1 September 2026 [Dok. PT. AP Bandara SIM/rahasiaumum.com]

Aceh Besar. RU – Sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Sinabung mengganggu aktivitas penerbangan yang terhubung dengan Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh, Selasa (01/09/2026).

Dua penerbangan mengalami pembatalan dan penundaan karena kondisi ruang udara yang dinilai berisiko bagi keselamatan penerbangan.

Penerbangan Super Air Jet IU 996 rute Kualanamu (KNO)-Banda Aceh (BTJ) yang dijadwalkan tiba pukul 10.10 WIB dibatalkan.

Sementara penerbangan Wings Air IW 1213 rute Banda Aceh (BTJ)-Kualanamu (KNO) dengan jadwal keberangkatan pukul 06.45 WIB mengalami penundaan.

Gangguan tersebut terjadi setelah abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Sinabung menyebar dan memengaruhi ruang udara di sekitar Bandara Kualanamu, Medan.

Keputusan pembatalan serta penundaan diambil dengan mengutamakan keselamatan penumpang dan awak pesawat.

Manajemen Bandara SIM berkoordinasi dengan maskapai dan seluruh instansi terkait untuk menangani penumpang yang terdampak.

Koordinasi dilakukan agar pelayanan dan penyampaian informasi tetap berjalan selama kondisi penerbangan terganggu.

General Manager Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Rahmat Adil Indrawan mengatakan keselamatan dan keamanan pengguna jasa menjadi prioritas dalam operasional bandara.

“Manajemen Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda senantiasa bersinergi dengan seluruh stakeholder bandara guna memberikan pelayanan sepenuh hati dengan mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan bagi seluruh pengguna jasa bandara,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat yang akan bepergian melalui Bandara SIM, terutama dengan tujuan Medan, memantau perkembangan jadwal penerbangan dan berkoordinasi dengan maskapai sebelum berangkat.

“Penumpang juga diharapkan tidak hanya mengandalkan jadwal penerbangan sebelumnya, mengingat perubahan operasional dapat terjadi mengikuti perkembangan kondisi ruang udara dan aspek keselamatan penerbangan,” harapnya.

Manajemen Bandara SIM akan terus memantau kondisi ruang udara dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan penerbangan berlangsung aman serta pelayanan kepada pengguna jasa tetap optimal.(*)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...