Bupati Aceh Tenggara Apresiasi Polisi Ungkap Peredaran Sabu

Bupati Aceh Tenggara, M. Salim Fakhry. Kamis 27 Agustus 2026 [Dok. rahasiaumum.com/AFW11]

Kutacane. RU – Upaya kepolisian membongkar dugaan peredaran narkotika jenis sabu di Kecamatan Lawe Alas mendapat apresiasi dari Bupati Aceh Tenggara HM Salim Fakhry.

Apresiasi itu disampaikan setelah Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara bersama Unit Reskrim Polsek Lawe Alas menangkap tiga pria di Desa Pasir Nunggul, Kecamatan Lawe Alas, Senin, 24 Agustus 2026.

“Saya mengapresiasi pengungkapan narkoba ini. Perang melawan narkoba membutuhkan keberanian, integritas, dan kolaborasi semua pihak,” kata Salim seperti diberitakan rahasaiaumum.com, Kamis (27/08/2026).

Ia juga mengapresiasi jajaran Polres Aceh Tenggara yang melakukan penindakan terhadap dugaan peredaran narkotika tersebut.

“Terima kasih kepada Kapolres Aceh Tenggara yang terus bekerja keras melindungi masyarakat dari bahaya narkoba,” ujarnya.

Menurut Salim, pengungkapan kasus tersebut menjadi bagian dari upaya melindungi masyarakat dari dampak peredaran narkotika.

Ia meminta penindakan serupa terus dilakukan.

“Peredaran narkoba di Bumi Sepakat Segenep Metuah harus diberantas sampai ke akar-akarnya,” kata dia.

Polisi Amankan Sabu

Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan SA (39) dan JM (39), warga Desa Pasikh Pekhmate, serta J (35), warga Desa Lawe Kuta Cingkam.

Ketiganya ditangkap setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran sabu di kawasan kebun sawit Desa Pasir Nunggul.

Saat penggeledahan, petugas menemukan sejumlah paket sabu yang disembunyikan di atas pelepah pohon sawit.

Barang bukti yang diamankan berupa dua plastik klip berisi masing-masing lima bungkus sabu dengan berat bruto 0,85 gram dan 0,68 gram. Polisi juga menemukan satu paket sabu dengan berat bruto 0,10 gram.

Berdasarkan pemeriksaan awal, ketiga tersangka mengakui barang tersebut milik mereka. Mereka juga mengaku menjual dan menguasai narkotika jenis sabu.(AFW11)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...