ODGJ Masih Berkeliaran di Aceh Tenggara, Dinsos Diminta Perkuat Penanganan

Terlihat salahsatu ODGJ tanpa penanganan dari pihak terkait serta berkeliaran di kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara. Sabtu 22 Agustus 2026 [Dok. rahasiaumum.com/AFW11]

Kutacane. RU – Keberadaan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di sejumlah ruang publik dan kawasan permukiman di Kabupaten Aceh Tenggara dinilai perlu mendapat penanganan lebih serius dari pemerintah daerah.

Ketua DPD LSM Korek Aceh Tenggara, Irwansyah, mengatakan persoalan ODGJ tidak semestinya hanya dilihat sebagai masalah ketertiban umum. Menurut dia, penanganannya menyangkut aspek kemanusiaan dan perlindungan sosial.

“Ini bukan persoalan yang bisa dibiarkan begitu saja. Mereka adalah manusia dan warga negara yang memiliki hak mendapatkan perlindungan serta pelayanan sosial. Pemerintah harus hadir,” kata Irwansyah kepada rahasiaumum.com, Sabtu (22/08/2026).

Ia meminta Dinas Sosial Aceh Tenggara melakukan pendataan menyeluruh terhadap ODGJ yang berada di berbagai wilayah.

Data tersebut diperlukan untuk mengetahui jumlah warga yang membutuhkan penanganan sekaligus menelusuri keberadaan keluarga mereka.

“Harus ada data yang jelas. Setelah itu dilakukan asesmen dan penanganan sesuai kondisi masing-masing. Kalau membutuhkan penanganan kesehatan, harus dikoordinasikan dengan fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Irwansyah juga mempertanyakan langkah Dinas Sosial selama ini terhadap ODGJ yang masih terlihat di ruang publik.

“Kami mempertanyakan kinerja Dinas Sosial. Jangan sampai program dan anggaran pelayanan sosial ada, tetapi masyarakat masih melihat ODGJ berkeliaran tanpa penanganan,” katanya.

Menurut dia, penanganan ODGJ tidak cukup dengan menertibkan atau memindahkan mereka dari jalanan.

Pemerintah perlu memastikan adanya pendampingan dan tindak lanjut yang melibatkan keluarga serta instansi terkait.

“Jangan jadikan ODGJ sebagai pemandangan yang dianggap biasa. Kalau pemerintah serius, harus ada data, program dan tindakan yang jelas,” sambung Irwansyah.

Ia juga meminta DPRK Aceh Tenggara mengawasi program dan anggaran pemerintah daerah yang berkaitan dengan pelayanan sosial, termasuk penanganan ODGJ.

Irwansyah berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian pemerintah daerah sehingga warga dalam kondisi rentan tidak dibiarkan tanpa perlindungan dan pendampingan.(AFW11)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...