Formasket Desak Pemkab Aceh Tengah Segera Relokasi Warga Serempah

Tampak ratusan massa aksi tergabung Forum Masyarakat Ketol (Formasket) saat menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRK Aceh Tengah. Kamis 20 Agustus 2026 [Dok. rahasiaumum.com/BI09]

Takengon. RU – Kepastian relokasi menjadi tuntutan utama ratusan massa Forum Masyarakat Ketol (Formasket) saat menggelar aksi di Gedung DPRK Aceh Tengah, Kamis, 20/08/2026.

Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah segera merealisasikan hunian tetap (huntap) bagi 139 kepala keluarga (KK) Kampung Serempah, Kecamatan Ketol, yang hingga kini masih tinggal di hunian sementara setelah terdampak bencana.

Formasket menilai pemerintah daerah terlalu lama memberikan kepastian terkait relokasi.

Massa meminta Bupati Aceh Tengah Haili Yoga tidak lagi sebatas menyampaikan rencana, tetapi memastikan waktu pembangunan hingga hunian tetap dapat ditempati.

Penanggung jawab aksi, Sutrisno, mengatakan masyarakat sebelumnya telah dijadwalkan bertemu dengan Bupati Haili Yoga.

Karena itu, mereka meminta pertemuan tersebut segera direalisasikan.

“Kami kemarin melakukan unjuk rasa untuk janji bertemu bupati. Kami butuh kepastian,” kata Sutrisno saat wawancara khusus dengan rahasiaumum.com, Jumat (21/08/2026).

Menurut dia, warga Kampung Serempah sudah cukup lama menunggu di hunian sementara.

Ketidakjelasan relokasi membuat masyarakat mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan pascabencana.

Sutrisno juga mempertanyakan bantuan bagi warga terdampak yang disebut belum seluruhnya diterima.

Ia meminta pemerintah menjelaskan secara terbuka bantuan yang telah disalurkan maupun yang masih tertunda.

Ia menilai pemerintah daerah tidak seharusnya hanya menampilkan aktivitas penanganan bencana melalui media sosial tanpa memastikan hasilnya dirasakan langsung masyarakat.

“Pemerintah daerah kita hanya pencitraan di media sosial. Masalah realisasi jauh dari harapan. Hari ini kami butuh kepastian,” jelasnya.

Massa bahkan mengancam bermalam di Gedung DPRK Aceh Tengah jika Bupati Haili Yoga tidak menemui mereka.

“Jika bupati tidak hadir, kami akan bermalam di DPRK ini,” tegas Sutrisno.

Sembilan Poin Kesepakatan

Aksi tersebut kemudian dilanjutkan dengan audiensi antara Formasket, Pemkab Aceh Tengah, dan DPRK Aceh Tengah. Pertemuan menghasilkan berita acara kesepakatan terkait relokasi warga Kampung Serempah.

Sutrisno mengatakan sebanyak 139 KK menyatakan siap direlokasi setelah ketiga pihak menandatangani kesepakatan.

”Di gedung DPRK Aceh Tengah telah dilaksanakan unjuk rasa Forum Masyarakat Ketol dengan tuntutan nya pemerintah Kabupaten Aceh Tengah akan segera merelokasi dan membangun Huntap untuk masyarakat di Kampung Serempah,” jelasnya.

Adapun sembilan poin yang disepakati yakni:

  1. Menetapkan lokasi relokasi yang aman, layak, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
  2. Menyediakan serta memfasilitasi rumah atau tempat tinggal bagi masyarakat terdampak bencana.
  3. Menjamin akses jalan, air bersih, listrik, pendidikan, kesehatan, dan fasilitas umum lainnya di lokasi relokasi.
  4. Melibatkan masyarakat dalam penentuan lokasi serta pelaksanaan relokasi.
  5. Memberikan kepastian mengenai hak dan bantuan bagi warga yang direlokasi sesuai kebutuhan masyarakat
  6. Menjamin hak warga Kampung Serempah yang masih tinggal di hunian sementara, termasuk yang belum menerima jaminan hidup (jadup) dan dana perabot pengganti rumah tangga. Pemkab Aceh Tengah akan segera menyampaikan data susulan kepada kementerian terkait.
  7. Dinas terkait diminta memperhatikan fasilitas hunian sementara di Kampung Serempah, termasuk jamban dan penanganan banjir.
  8. Perbaikan akses jalan perkebunan dan persawahan akan segera disurvei dan ditindaklanjuti dengan pengerahan alat berat.
  9. Untuk pengusulan relokasi Kampung Serempah kepada pemerintah pusat, sebanyak 139 KK menyatakan bersedia membuat surat pernyataan relokasi.

Kesepakatan tersebut menjadi dasar bagi warga untuk mendapatkan kepastian mengenai tempat tinggal tetap setelah bencana memaksa mereka meninggalkan kampung halaman.(BI09)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...