Kualasimpang. RU – Penyebab kematian seekor gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis) yang ditemukan di areal HGU perkebunan sawit PT Mustika Prima Lestari Indah (MPLI), Desa Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Tamiang, masih menunggu hasil nekropsi.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Ujang Wisnu Barata mengatakan pihaknya belum menerima hasil pemeriksaan tersebut.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri pelepasliaran anakan Tuntong Laut bersama Yayasan Satucita Lestari Indonesia (YSLI) di Kuala Pusong Kapal, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang, Senin (17/08/2026).
“Belum, belum, kita belum mendapatkan hasilnya,” ujar Ujang Wisnu.
Ia mengatakan kematian gajah jantan yang masih memiliki gading utuh itu memang terindikasi akibat keracunan.
Namun, BKSDA Aceh belum dapat memastikan apakah satwa tersebut mati karena diracun atau faktor lain.
“Kita tidak berani mengatakan karena ada unsur kesengajaan atau tidak, sebelum ada bukti akurat yang pasti. Biarkan dan percayakan pihak Kepolisian yang mendalaminya,” ungkapnya.
Ujang memastikan BKSDA Aceh akan menyampaikan informasi mengenai penyebab kematian gajah tersebut setelah hasil nekropsi diterima.(S04)













