Kualasimpang. RU – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mendorong masyarakat turut menjaga kelestarian Tuntong Laut (Batagur borneoensis) dan hutan mangrove di wilayah pesisir.
Upaya konservasi satwa dilindungi yang dilakukan Yayasan Satucita Lestari Indonesia (YSLI) dinilai sebagai kegiatan positif yang perlu mendapat dukungan bersama.
Hal itu disampaikan Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi melalui Kabag Barang dan Jasa Setdakab Aceh Tamiang T. Zubaral Hadidsyah saat menghadiri pelepasliaran anakan Tuntong Laut di Ujung Tamiang, Kuala Pusong Kapal, Kecamatan Seruway, Senin (17/08/2026).
Zubaral mengatakan populasi Tuntong Laut di pesisir Aceh Tamiang sebelumnya sangat sedikit sehingga tergolong satwa langka yang nyaris punah.
Kondisi tersebut mendorong YSLI melakukan penyisiran pantai sejak 2009 untuk mengamankan telur dari perburuan manusia maupun pemangsa seperti babi hutan dan biawak.
Telur yang berhasil diamankan kemudian ditetaskan hingga anakan berusia tiga atau empat bulan sebelum dilepasliarkan ke habitatnya.
Dalam proses tersebut, YSLI bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh.
“Saya diutus oleh Bapak Bupati untuk menghadiri pelepasan tukik Tuntong laut, sebab Bapak Bupati tidak dapat hadir bersama kita disini karena harus mengikuti upacara Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Upacara Setdakab,” ujar Zubaral dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf serta salam dari Bupati Armia Pahmi kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Bapak Bupati titip salam buat kita semua yang hadir disini,” imbuhnya.
Atas nama Bupati, Zubaral mengimbau masyarakat menjaga, melindungi, dan melestarikan hutan mangrove serta Tuntong Laut.
Masyarakat pesisir juga diminta tidak melakukan pembabatan dan perusakan mangrove yang menjadi habitat penting bagi satwa tersebut.
Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Komandan II Satgas Kuala TNI-Jhonlin Mayjen TNI Eston Yustinwan serta Kepala BKSDA Aceh Ujang Wisnu Barata beserta jajaran.(S04)













