Aceh Besar. RU – Arus modernisasi dan digitalisasi dinilai membuat sebagian generasi muda semakin jauh dari sejarah serta budaya daerah.
Kondisi itu mendorong Bupati Aceh Besar, Muharram Idris mengajak anak muda kembali mengenal perjuangan para pahlawan dan menjaga identitas Aceh.
Pesan tersebut disampaikan Muharram seusai memimpin ziarah dan tabur bunga di Makam Pahlawan Nasional Teuku Nyak Arief, Gampong Lamreung, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Minggu (16/08/2026), menjelang HUT ke-81 RI.
“Sebagai generasi penerus bangsa, kita semua memiliki tanggung jawab besar melanjutkan perjuangan para pahlawan. Mari kita isi kemerdekaan dengan hal-hal positif yang membawa manfaat bagi masyarakat dan memperkuat persatuan,” ungkapnya.
Menurut Muharram, ziarah makam pahlawan tidak sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi momentum mengenang jasa pejuang sekaligus mewariskan nilai perjuangan kepada generasi berikutnya.
Ia menyebut Teuku Nyak Arief, Teungku Chik di Tiro, Cut Nyak Dhien, dan Cut Meutia sebagai tokoh yang perlu terus diperkenalkan.
Sejarah, kata dia, penting untuk membangun kesadaran terhadap identitas dan perjalanan sebuah bangsa.
“Dengan mengetahui sejarah berarti membuktikan sebuah bangsa yang besar. Tapi kalau orang yang melupakan sejarah berarti itu menjadi bangsa yang kecil, bangsa yang kerdil,” jelasnya.
Selain sejarah, Muharram mengingatkan pentingnya menjaga bahasa Aceh yang semakin jarang digunakan generasi muda.
Ia mendorong sekolah dan perguruan tinggi memperkuat pembelajaran sejarah serta kebudayaan daerah.
“Bahasa Aceh hari ini hampir punah di bumi Aceh. Jadi kalau kita tidak mewarisi kembali kepada anak cucu kita, maka bahasa itu akan hilang,” pungkasnya.
Dalam ziarah tersebut, Muharram turut menyerahkan bingkisan kepada ahli waris Teuku Nyak Arief sebagai bentuk kepedulian Pemkab Aceh Besar.(*)













