Jalan Cot Seumantok Terputus, Dinas PUPR Abdya Segera Lakukan Kajian Teknis

Tampak kondisi Badan Jalan Cot Seumantok, Kecamatan Babahrot, Abdya putus akibat derasnya aliran air, setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis 13 Agustus. Jumat 14 Agustus 2026 [Dok. rahasiaumum.com/T08]

Blangpidie. RU – Akses menuju ribuan hektare areal perkebunan masyarakat dan perusahaan di Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), terganggu setelah badan Jalan Cot Seumantok terputus akibat derasnya aliran air, Jumat (14/08/2026).

Putusnya jalur tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur Abdya sejak Kamis siang hingga tengah malam.

Jalan Cot Seumantok selama ini menjadi jalur penting bagi masyarakat dan perusahaan untuk menuju kawasan perkebunan, termasuk mengangkut hasil produksi.

Kondisi itu dikhawatirkan berdampak terhadap aktivitas ekonomi warga apabila akses tidak segera dipulihkan.

Transportasi menuju kawasan perkebunan menjadi lumpuh, sementara kerusakan berpotensi semakin parah jika kembali diguyur hujan berintensitas tinggi.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Abdya, Darma Musliandi, ST, mengatakan kerusakan terjadi akibat kuatnya aliran air setelah hujan lebat.

“Kita akan turun ke lokasi setelah Salat Jumat, untuk melihat langsung kondisi jalan. Selanjutnya akan dilakukan kajian teknis, termasuk menentukan langkah penanganan yang diperlukan,” kata Darma, Jumat (14/8/2026).

Menurut Darma, pemeriksaan langsung diperlukan untuk mengetahui tingkat kerusakan sekaligus menentukan metode perbaikan yang tepat. Penanganan diharapkan tidak sekadar membuka kembali akses untuk sementara, tetapi juga mengurangi risiko kerusakan berulang.

Putusnya Jalan Cot Seumantok menjadi salah satu dampak hujan deras yang melanda Abdya dan sekitarnya. Selain menghambat mobilitas masyarakat serta aktivitas perkebunan, kejadian tersebut menunjukkan perlunya penguatan infrastruktur dan pengendalian aliran air di kawasan tersebut.

Langkah cepat diperlukan agar akses transportasi kembali terbuka. Namun, penanganan permanen tetap harus didasarkan pada kajian teknis sehingga ruas tersebut tidak terus menjadi titik rawan setiap kali hujan berintensitas tinggi melanda Babahrot.(T08)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...