Blangpidie. RU – Akses menuju ribuan hektare areal perkebunan masyarakat dan perusahaan di Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), terganggu setelah badan Jalan Cot Seumantok terputus akibat derasnya aliran air, Jumat (14/08/2026).
Putusnya jalur tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur Abdya sejak Kamis siang hingga tengah malam.
Jalan Cot Seumantok selama ini menjadi jalur penting bagi masyarakat dan perusahaan untuk menuju kawasan perkebunan, termasuk mengangkut hasil produksi.
Kondisi itu dikhawatirkan berdampak terhadap aktivitas ekonomi warga apabila akses tidak segera dipulihkan.
Transportasi menuju kawasan perkebunan menjadi lumpuh, sementara kerusakan berpotensi semakin parah jika kembali diguyur hujan berintensitas tinggi.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Abdya, Darma Musliandi, ST, mengatakan kerusakan terjadi akibat kuatnya aliran air setelah hujan lebat.
“Kita akan turun ke lokasi setelah Salat Jumat, untuk melihat langsung kondisi jalan. Selanjutnya akan dilakukan kajian teknis, termasuk menentukan langkah penanganan yang diperlukan,” kata Darma, Jumat (14/8/2026).
Menurut Darma, pemeriksaan langsung diperlukan untuk mengetahui tingkat kerusakan sekaligus menentukan metode perbaikan yang tepat. Penanganan diharapkan tidak sekadar membuka kembali akses untuk sementara, tetapi juga mengurangi risiko kerusakan berulang.
Putusnya Jalan Cot Seumantok menjadi salah satu dampak hujan deras yang melanda Abdya dan sekitarnya. Selain menghambat mobilitas masyarakat serta aktivitas perkebunan, kejadian tersebut menunjukkan perlunya penguatan infrastruktur dan pengendalian aliran air di kawasan tersebut.
Langkah cepat diperlukan agar akses transportasi kembali terbuka. Namun, penanganan permanen tetap harus didasarkan pada kajian teknis sehingga ruas tersebut tidak terus menjadi titik rawan setiap kali hujan berintensitas tinggi melanda Babahrot.(T08)













