Aceh Tamiang Terima Excavator KKP untuk Normalisasi Tambak Nelayan

Plt. Kepala Bidang Budidaya Perikanan Dinas KKP Aceh Tamiang, Mustafa Kamal, S.Pi saat menerima bantuan unit excavator dari Kementerian KKP. Selasa 11 Agustus 2026 [Dok. rahasiaumum.com/S04]

Kualasimpang. RU – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, mendapat bantuan satu unit excavator dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mempercepat pemulihan tambak masyarakat yang rusak akibat bencana alam pada akhir November 2025.

Alat berat tersebut akan diprioritaskan untuk membantu nelayan memperbaiki tambak yang mengalami pendangkalan dan tertutup lumpur di Kecamatan Manyak Payed, Banda Mulia, dan Bendahara.

Selain mendukung pemulihan tambak, excavator itu dapat dimanfaatkan pembudidaya ikan air tawar untuk membuat kolam.

Pemanfaatannya akan dikoordinasikan melalui kelompok tani dengan mekanisme pinjam pakai sesuai ketentuan yang berlaku.

Proses penyerahan bantuan berlangsung di halaman Kantor UPTD Dinas PUPR Aceh Tamiang, Desa Johar, Kecamatan Karang Baru, pada 4 Juli 2026.

Bantuan diserahkan perwakilan Kuasa Pengguna Barang Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP RI, Tinggal Hermawan, S.Pi., M.Si.

Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi bersama Kepala Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPKP) Aceh Tamiang Asma’i melalui Plt.

Kepala Bidang Budidaya Perikanan, Mustafa Kamal, S.Pi., menyebut bantuan tersebut menjadi sarana pendukung bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat perikanan.

“Alhamdulillah, dengan adanya bantuan excavator ini, Pemerintah Aceh Tamiang melalui DPKP, telah mendapatkan sarana pendukung operasi dalam kegiatan peningkatan kesejahteraan masyarakat sesuai yang dicanangkan Bapak Bupati kita,” ujar Mustafa Kamal kepada rahasiaumum.com, Selasa (11/08/2026).

Mustafa mengatakan, bantuan itu terutama ditujukan bagi nelayan yang terdampak bencana.

Sejumlah kawasan tambak mengalami pendangkalan setelah diterjang banjir bandang sehingga menghambat aktivitas budidaya.

“Setiap nelayan atau kelompok nelayan yang membutuhkan bantuan pengerukan tambak atau normalisasi, dapat mengajukan permohonannya ke dinas Pangan Perikanan dan Kelautan Aceh Tamiang,” terang Mustafa.

Menurut Mustafa, bantuan tersebut menjadi penting di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah.

Kehadiran excavator dari KKP diharapkan dapat mempercepat penanganan sarana usaha nelayan yang terdampak bencana sekaligus mendukung keberlanjutan kegiatan budidaya perikanan masyarakat.(S04)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...