Banda Aceh. RU – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar meminta pemerintah pusat meningkatkan dukungan untuk pemulihan sektor pertanian, terutama perbaikan jaringan irigasi yang rusak akibat bencana.
Permintaan itu disampaikan Bupati Aceh Besar Muharram Idris dalam Focus Group Discussion (FGD) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam Provinsi Aceh Tahun 2026 di Hermes Palace Hotel Banda Aceh, Jumat (07/08/2026).
“Walaupun Aceh Besar bencananya tidak merusak bangunan, rumah masyarakat, akan tapi fasilitas irigasi rusak,” kata Muharram.
Menurut dia, Aceh Besar memiliki sekitar 22.000 hektare lahan pertanian produktif.
Sekitar 55 persen di antaranya memiliki jaringan irigasi, sedangkan 45 persen lainnya merupakan sawah tadah hujan.
Persoalan tersebut semakin penting karena Pemkab Aceh Besar baru menetapkan status siaga kekeringan.
Lebih dari 2.000 hektare sawah di 19 dari 23 kecamatan terdampak kondisi tersebut.
“Baru saja kami menetapkan status siaga kekeringan di Aceh Besar. Ada sawah terdampak kekeringan dengan luas mencapai lebih dari 2.000 hektare di 19 kecamatan dari 23 kecamatan,” katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan air, Pemkab Aceh Besar memanfaatkan bantuan mesin pompa dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I.
Selain pertanian, Muharram menyoroti bencana angin kencang yang hingga Kamis, 6 Agustus 2026 telah menyebabkan 20 kasus.
Dampaknya antara lain pohon tumbang, gangguan jaringan listrik, serta kerusakan atap rumah dan bangunan warga maupun sejumlah dayah.
Ia juga meminta pemerintah pusat memperhatikan harga semen di Aceh yang mencapai sekitar Rp120.000 per sak.
Menurutnya, harga tersebut memberatkan masyarakat dalam proses rehabilitasi pascabencana.
“Kita punya semen, produksinya di daerah kita, biaya transportasi juga lebih rendah, tetapi harganya justru lebih mahal dibandingkan Medan. Seakan-akan Medan menjadi anak kandung, sementara Aceh menjadi anak tiri,” tegasnya.
Muharram berharap dukungan anggaran untuk Aceh Besar ditingkatkan, terutama bagi pemulihan infrastruktur pertanian dan sistem pengairan.
“Dengan anggaran yang digelontorkan ke Aceh yang begitu besar, tolong perhatikan juga Aceh Besar,” pungkasnya.(R10)













