Banda Aceh. RU – Pemerintah Kota Banda Aceh melibatkan ratusan anak dalam dialog bertajuk “Jika Nanti Aku Menjadi Pemimpin Tahun 2045” pada puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Kota Banda Aceh di Taman Putroe Phang, Minggu (02/08/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 100 anak perwakilan dari 25 gampong di sembilan kecamatan itu menjadi ruang bagi anak menyampaikan aspirasi sekaligus memperkuat komitmen mewujudkan Kota Layak Anak.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan sepertiga penduduk Banda Aceh merupakan anak-anak yang akan menjadi penentu terwujudnya Indonesia Emas 2045.
“Sepertiga penduduk kota kita adalah anak-anak. Indonesia Emas 2045 ada di tangan kalian. Anak-anak ingin punya dukungan dan fasilitas yang baik agar bisa menjadi pemimpin ke depan, pintar dan taat kepada Allah,” kata Illiza.
Ia menegaskan pentingnya lingkungan yang aman dan inklusif bagi seluruh anak. Illiza juga meminta tidak ada guru yang merokok di Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sekolah.
“Jika ada Kadis, kepala sekolah, atau guru yang merokok di KTR, laporkan! Siap anak-anak jadi agent of change Banda Aceh? Kita punya media sosial, viralkan saja kalau ada,” ujarnya.
Dalam dialog tersebut, Illiza menginstruksikan Sekretaris Daerah dan kepala OPD menindaklanjuti berbagai rekomendasi anak, termasuk pengawasan penjualan rokok dan kondom secara bebas, penanganan perundungan di sekolah, serta kasus kekerasan di daycare.
“Semua anak punya potensi. Tidak ada anak yang bodoh, hanya orang tua dan guru yang men-judge begitu,” katanya.
Kepala DP3AP2KB Kota Banda Aceh Tiara Sutari mengatakan peringatan HAN bertujuan memperkuat pemenuhan hak dan perlindungan anak melalui partisipasi berbagai pihak.
“Tujuannya adalah menciptakan ruang bagi anak untuk berpartisipasi serta menggalang dukungan semua pihak untuk mewujudkan Kota Layak Anak. Kami juga mengajak masyarakat menciptakan lingkungan yang nyaman dan ramah anak,” ujar Tiara.
Peringatan HAN di Banda Aceh diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya senam sehat, pemeriksaan mata gratis, lomba edukatif, permainan tradisional, santunan anak yatim, serta pembacaan suara anak.(RSR12)













