Kutacane. RU – Kelangkaan pupuk bersubsidi yang disertai dugaan penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) mendapat sorotan dari Aliansi 10 Pemuda.
Ketua Aliansi 10 Pemuda, Dahrinsyah, mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara segera mengambil langkah untuk memastikan ketersediaan pupuk bagi petani.
Menurut Dahrinsyah, terbatasnya pasokan dan tingginya harga pupuk berdampak pada meningkatnya biaya produksi pertanian.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi menekan produktivitas serta kesejahteraan petani.

“Petani kesulitan mendapatkan pupuk. Kalaupun ada, harganya diduga dijual di atas HET. Pemerintah harus segera turun tangan agar persoalan ini tidak terus merugikan petani,” kata Dahrinsyah kepada rahasiaumum.com, Senin (03/08/2026).
Ia meminta Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, serta Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Aceh Tenggara melakukan inspeksi mendadak dan audit terhadap seluruh kios pengecer pupuk bersubsidi.
Selain pengawasan distribusi, Dahrinsyah juga mendorong pemerintah mencabut izin kios maupun distributor yang terbukti menjual pupuk bersubsidi melebihi harga yang telah ditetapkan.
Aliansi 10 Pemuda turut meminta Polres Aceh Tenggara mengusut dugaan penyimpangan dalam penyaluran pupuk bersubsidi serta menindak pihak yang terbukti melakukan permainan harga.
Dahrinsyah menegaskan, pupuk bersubsidi harus tersedia sesuai kebutuhan petani dan dijual berdasarkan ketentuan pemerintah agar manfaat program tersebut benar-benar dirasakan masyarakat.(AFW11)













