Langsa. RU – Pemerintahan gampong di Kota Langsa memasuki babak baru setelah 47 geuchik masa jabatan 2026ā2032 resmi dilantik.
Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra menegaskan para geuchik harus mengutamakan pelayanan kepada masyarakat dan tidak menjadikan pergantian kepemimpinan sebagai alasan mengganti perangkat gampong.
Pelantikan berlangsung di Pendopo Wali Kota Langsa, Kamis (30/07/2026).
“Mulai hari ini saudara mengemban tanggung jawab untuk melayani, mengayomi, serta membawa perubahan positif bagi kemajuan gampong,” ujar Jeffry.
Ia meminta para geuchik membangun kedekatan dengan masyarakat, menyerap aspirasi, dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan.
Menurut Jeffry, pelantikan geuchik di Langsa menjadi salah satu yang tercepat di Aceh setelah pelaksanaan pemungutan suara.
“Pelantikan Geuchik ini paling cepat dibandingkan daerah lain di Aceh. Karena saya yang paling tahu rasanya kalau dilantik lama itu tidak enak,” katanya.
Jeffry juga menginstruksikan para camat agar tidak mengeluarkan rekomendasi pemberhentian atau pergantian perangkat gampong, terutama pada tahun pertama masa jabatan geuchik.
“Saya tegaskan tidak boleh ada pemecatan atau pergantian perangkat gampong. Kalau sampai terjadi, akan saya tindak tegas,” tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan agar pemerintahan gampong dijalankan dengan administrasi yang tertib, pengelolaan dana gampong yang transparan dan akuntabel, serta pelayanan publik yang semakin baik.
Jeffry juga mengajak masyarakat mengakhiri perbedaan setelah Pemilihan Geuchik Serentak (Pilchiksung).
“Pemilihan telah selesai. Mari kita bergandengan tangan mendukung Geuchik yang telah memperoleh amanah demi kemajuan bersama,” ujarnya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Kota Langsa Hafriniza mengatakan pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut Pilchiksung 2026.
Dari 66 gampong di Kota Langsa, sebanyak 47 gampong menggelar pemilihan tahun ini, sedangkan 19 gampong lainnya masih dipimpin geuchik definitif hingga 2028.(IA02)













